Pekan Depan, Freeport Teken Pembangunan Smelter di Weda Bay

    Suci Sedya Utami - 24 Maret 2021 19:31 WIB
    Pekan Depan, Freeport Teken Pembangunan <i>Smelter</i> di Weda Bay
    Ilustrasi pembangunan smelter Freeport - - Foto: Antara/ Basri Marzuki



    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan PT Freeport Indonesia dan perusahaan asal Tiongkok Tsingshan Steel bakal menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan smelter tembaga di Weda Bay, Halmahera Tengah.

    "Minggu depan kita akan tanda tangan pembangunan smelter di Weda Bay antara Freeport dengan Tsingshan," kata Luhut dalam Prospek Industri Minerba, Rabu, 24 Maret 2021.
     
    Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini  mengatakan smelter ini memiliki project error yang rendah yakni hanya sekitar tujuh persen yang menjadikannya semakin menarik, dibandingkan smelter Freeport kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik yang saat ini masuk dalam proses konstruksi awal.






    Selain itu, menurut  Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto Tsingsan memiliki teknologi yang  bisa menekan belanja modal atau capex (capital expenditure), sehingga lebih efisien. Bahkan Tsingshan berani untuk memberikan pembiayaan pendanaan capex yang maksimal.
     
    "Ini yang menarik buat Freeport karena Freeport selama ini kan menyatakan bahwa smelter copper (tembaga) ini tidak profitable dan segala macam, capex-nya mahal dan segala macam," bebernya.
     
    Dari negosiasi-negosiasi terhadap tawaran tersebut, Tsingshan siap menanggung pendanaan sebanyak 92,5 persen dari biaya proyek. Sementara 7,5 persen sisanya akan ditanggung Freeport.
     
    "Jadi sangat atraktif dibandingkan misalnya mereka membangun di JIIPE Gresik (kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate, Kabupaten Gresik, Jawa Timur) yang memang harus memberikan pendanaan 100 persen," tutur Seto.
     
    Seto bilang smelter tembaga baru yang nantinya dibangun bersama Tsingshan bernilai investasi USD2,5 miliar dengan kapasitas pengolahan 2,4 juta ton konsentrat tembaga (input).

    "Mereka akan bangun hilirisasi tembaga, itu yang kami minta, jadi bukan hanya berhenti nanti copper cathode. Kami ingin juga (produk) turunannya mereka bangun di sana," jelas Seto.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id