Strategi Jitu Pemerintah Berantas 113 Kapal Pencuri Ikan di 2021

    Suci Sedya Utami - 10 Juni 2021 14:58 WIB
    Strategi Jitu Pemerintah Berantas 113 Kapal Pencuri Ikan di 2021
    Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono - - Foto: dok KKP



    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  berhasil menangkap 113 unit kapal pencuri ikan sepanjang 2021. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 kapal illegal fishing baru-baru ini diamankan oleh Ditjen Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

    Sebagian besar ditangkap di Laut Natuna Utara sebanyak 10 kapal dengan rincian tiga kapal ikan berbendera Malaysia dan sisanya berbendera Vietnam. Kemudian dua kapal berbendera Filipina ditangkap di Laut Sulawesi.

     



    Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan selain kapal-kapal asing, tujuh unit kapal ikan milik nelayan dalam negeri juga ikut ditangkap lantaran menggunakan trawl saat beroperasi di perairan Selat Malaka. Alat tangkap yang mereka gunakan disertai dengan besi yang dapat merusak terumbu karang.

    "Ini menunjukkan bahwa KKP serius dalam memberantas IUU Fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia," kata Trenggono dalam konferensi pers penangkapan kapal ikan illegal-fishing, secara daring di Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021.

    Karena itu, Trenggono menyiapkan strategi jitu dalam memerangi praktik illegal fishing di wilayah laut Indonesia. Di antaranya menambah jumlah armada dan jam patroli, penggunaan teknologi, memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum lain yakni TNI AL, Polri serta Bakamla, hingga strategi diplomasi.

    Sebab jika dibiarkan tidak hanya merugikan negara dari sisi ekonomi maupun sosial, tapi juga mengancam keberlanjutan ekosistem laut. "Terbaru saat pertemuan dengan Menteri Kelautan Prancis. Salah satu yang dibicarakan dan disepakati adalah bagaimana memerangi praktik illegal fishing," ungkapnya.

    Ia menilai strategi diplomasi penting lantaran illegal fishing bukan hanya persoalan Indonesia, tapi meliputi negara-negara lain di dunia. Dengan diplomasi, diharapkan pemerintah  semakin gencar mengimbau warganya untuk tidak melakukan praktik illegal fishing, khususnya di wilayah pengelolaan perikanan negara lain.

    "Dengan demikian kita juga mengimbau kepada pemerintah para nelayan pelaku illegal fishing tersebut, untuk melakukan pembinaan-pembinaan di sana," tambah dia.

    Trenggono pun minta jajarannya agar tidak pandang bulu dalam menindak pelaku praktik illegal fishing. Sebab kegiatan tersebut tidak hanya merugikan negara dari sisi ekonomi dan sosial, tapi juga mengancam ekologi.

    "Prinsip ekonomi biru harus benar-benar diterapkan dalam mengelola sektor kelautan dan perikanan agar populasi biota laut terjaga sehingga kegiatan ekonomi di dalamnya bisa berjalan berkesinambungan," pungkas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id