Perusahaan Swasta Mulai Mengurangi Tingkat Emisi pada Produknya

    Achmad Zulfikar Fazli - 23 Agustus 2021 20:20 WIB
    Perusahaan Swasta Mulai Mengurangi Tingkat Emisi pada Produknya
    Webinar bertajuk 'Collaboration for The Future Economy' dengan subtema Race to Zero: How to Indonesia Company's Committing to Net Zero Emissions yang digelar Katadata. Dok. Istimewa



    Jakarta: Indika Energy dan GoTo (Gojek-Tokopedia) mulai bergerak mengurangi tingkat emisi dari produk yang dihasilkan. Langkah itu sejalan dengan target pemerintah agar Indonesia zero emission atau nol emisi karbon pada 2060.

    Vice President Director Indika Energy & Group ECO Indika Energy, Azis Armand mengatakan perusahaannya telah melakukan diversifikasi usaha ke bidang non-batu bara. Divestasi usaha yang dipilih antara lain pertambangan emas dan lainnya.

     



    "Sejak 2005 sampai dengan 2017, sebesar 75 persen pendapatan perusahaan berasal dari bisnis pertambangan batu bara. Di tahun setelahnya (2018) kami melakukan divestasi usaha ke bidang-bidang non-batu bara. Karena kami menyadari, zero emission merupakan keniscayaan. Jadi, mau tidak mau, era itu akan terjadi," tutur Azis dalam webinar bertajuk 'Collaboration for The Future Economy' dengan subtema Race to Zero: How to Indonesia Company's Committing to Net Zero Emission yang digelar Katadata, Senin, 23 Agustus 2021.

    Azis menyampaikan kendaraan internal untuk angkutan karyawan dan barang juga menggunakan bahan bakar biofuel atau sumber energi ramah lingkungan lainnya. Namun, tak dimungkiri kontraktor atau perusahaan ketiga yang mengerjakan proyek dari Indika di pertambangan masih banyak menggunakan bahan bakar fosil.

    "Karena kalau kita samakan dengan yang terjadi di internal kami akan mengubah kontrak, sehingga tidak mudah. Tetapi, yang pasti, komitmen kami adalah bagaimana menyiapkan diri di era zero emission nanti," papar Azis.

    Baca: Indonesia Cari Cara Kebut Pencapaian Net Zero Emission

    Hal senada disampaikan Group Head of Sustainability GoTo, Tanah Sullivan. Indika Energy telah menjalankan pengurangan jejak karbon meski baru tahap awal atau piloting.

    Gojek memiliki fitur GoGreener. Lewat fitur GoGreener, pengguna jasa angkutan berbasis aplikasi itu akan mengetahui seberapa banyak tingkat emisi karbon.

    "Ini merupakan fitur pertama di dunia. GoGreener Carbon Offset ini mengajak pengguna jasa angkutan dari GoTo untuk menyeimbangkan  jejak karbon mereka atau carbon offset. Lalu, bagaimana mengompensasi carbon offset dengan menanam pohon yang mereka sumbangkan," kata Tanah.

    GoTo juga berupaya secara berangsur menggunakan armada transportasi yang ramah lingkungan. Misalnya, dengan skuter dan sepeda listrik.

    Namun, inisiasi dan langkah nyata yang dilakukan perusahaan swasta dinilai perlu mendapatkan sambutan dan dukungan dari pihak-pihak lain. Sehingga, gerakan mewujudkan nol emisi karbon semakin kuat.

    "Kemudian perlu terus dilakukan edukasi, untuk membangun awareness di masyarakat. Meski, di kalangan milenial saat ini awareness soal lingkungan jauh lebih baik dibanding generasi-generasi sebelumnya," kata Azis.

    Pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah harus bekolaborasi untuk mewujudkan nol emisi karbon. Pemerintah juga harus menyiapkan insentif yang bersifat fiskal, maupun nonfiskal, khususnya moneter. Sebab, mewujudkan langkah menuju era nol emisi dibutuhkan investasi yang sangat besar.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id