KKP Genjot Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan di Maluku

    Suci Sedya Utami - 15 September 2021 16:07 WIB
    KKP Genjot Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan di Maluku
    Ilustrasi. FOTO: MI/Adi Kristiadi



    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) bersinergi dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sinergi itu untuk mendorong investasi berkelanjutan di sektor kelautan dan perikanan.

    Direktur Jenderal PDSPKP Artati Widiarti mengatakan percepatan pembangunan di sektor kelautan dan perikanan memerlukan peningkatan investasi dan keberlanjutan usahanya. Keberlanjutan usaha diperlukan untuk mengolah potensi ekonomi perikanan menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan investasi yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

     



    "Oleh karenanya, Ditjen PDSPKP selalu aktif dalam berbagai forum investasi untuk mempromosikan peluang investasi, sekaligus menarik minat calon investor yang ingin berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan," ujar Artati, Rabu, 15 September 2021.
     
    Kinerja realisasi investasi sektor kelautan dan perikanan periode Januari-Juni 2021 telah mencapai Rp2,97 triliun atau 54,04 persen dibandingkan dengan target 2021 sebesar Rp5,49 triliun. Investasi di sektor kelautan dan perikanan masih didominasi investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1,16 triliun.

    "Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp0,42 triliun dan kredit investasi sebesar Rp1,39 triliun," ujarnya.

    Terdapat tiga bidang usaha prioritas yang terbuka bagi kegiatan penanaman modal atau investasi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2021. Melalui Peraturan Presiden ini diarahkan menjadi pengaturan investasi yang lebih berdaya saing.

    "Tiga bidang tersebut adalah usaha penangkapan, budi daya, dan pengolahan ikan. Sebagai bidang usaha prioritas investasi, usaha perikanan ini merupakan bidang usaha yang termasuk dalam program atau proyek strategis nasional, padat modal, padat karya, dan berorientasi ekspor. Salah satunya proyek strategis nasional Lumbung Ikan Nasional," kata Artati.

    Kepala DPMPTSP Provinsi Maluku Suryadi Sabirin menambahkan peluang investasi yang ditawarkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendukung Ambon New Port dan Lumbung Ikan Nasional di antaranya penambahan armada penangkapan dan kapal ekspor.

    "Selain itu kita juga sudah menyiapkan lahan untuk budidaya udang, rumput laut dan lainnya di Pulau Seram," ujar Suryadi.

    Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP Catur Sarwanto sangat mendukung peluang investasi yang ditawarkan Provinsi Maluku. Terlebih komoditas udang dan rumput laut menjadi fokus dalam modelling pengembangan budi daya terintegrasi. Saat ini udang tengah didorong produksi dan kualitasnya lantaran serapan pasar dunia sangat besar.

    Catur menekankan usaha kelautan dan perikanan merupakan salah satu bidang usaha penanaman modal yang diharapkan berkontribusi positif pada peningkatan ekonomi nasional. Oleh karenanya pemerintah senantiasa mengupayakan peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha melalui penerapan perizinan berusaha berbasis risiko.

    Selain itu, melakukan penyederhanaan persyaratan perizinan berusaha dan investasi. Untuk menangkap peluang investasi yang ditawarkan, diperlukan kolaborasi dan sinergi bersama dalam membangun sektor kelautan dan investasi melalui investasi yang ditanamkan.

    "Saya mengajak semua pelaku usaha untuk dapat menanamkan modalnya di sektor kelautan dan perikanan," pungkas Catur.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id