Bulog Serap Telur dari Peternak untuk Stabilkan Harga di Sulteng

    Antara - 06 Oktober 2021 21:18 WIB
    Bulog Serap Telur dari Peternak untuk Stabilkan Harga di Sulteng
    Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fatahilah



    Sulteng: Perum Bulog menyerap telur ayam milik peternak dalam rangka untuk menstabilkan harga komoditas tersebut di Provinsi Sulawesi Tengah.

    "Kami berusaha semaksimal mungkin dan pastinya kami optimis bisa menstabilkan harga pascaanjlok, karena semua tim kami kerahkan, apa lagi umat muslim dalam waktu dekat menghadapi Maulid," kata Kepala Bidang Komersial Bulog Sulteng Aan Ari Wijaya dilansir Antara, Rabu, 6 Oktober 2021.

     



    Ia menjelaskan sepinya permintaan telur merupakan salah satu faktor melimpahnya stok di wilayah Sulawesi Tengah, sehingga terjadi penumpukan dalam waktu yang lama.

    Kepada para peternak, Bulog hingga kini membeli komoditas telur dengan harga Rp32 ribu hingga Rp33 ribu per rak, dibanding dengan pihak lainnya hanya membeli Rp20 ribu hingga Rp23 ribu per rak.

    Sedangkan, harga normal telur, rata-rata mencapai Rp40 ribu sampai Rp45 ribu. Rata-rata harga telur itu adalah bentuk komitmen Bulog untuk merangsang kestabilan harga kepada para peternak.

    "Kalau harga anjlok di pasaran kami langsung melakukan intervensi, artinya harga dinaikkan sedikit, untungnya memang tipis tetapi inilah bentuk dari Bulog hadir membantu masyarakat mulai dari hulu ke hilir," ungkapnya.

    Saat ini, sejumlah pasar tradisional di Kota Palu, seperti Pasar Inpres Manonda, Masomba dan Tavanjuka, harga telur dengan jenis broiler dijual seharga Rp21 ribu per kilogram, sedang telur ayam kampung berkisar pada harga Rp48 ribu per kilogram.

    Kemudian, pada tingkat produsen, harga yang murah tersebut dinilai tidak seimbang dibandingkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

    "Harga pakan makin naik, tapi harga telur ayam turun sekarang. Jadinya, biaya produksi lebih tinggi hampir mencapai 70 persen, dibandingkan hasil yang kami dapatkan," ungkap salah satu peternak ayam petelur di Kabupaten Sigi, Rahmat.

    Rahmat berharap pemangku kepentingan segera mengambil langkah-langkah yang solutif untuk mengembalikan harga telur seperti sebelumnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id