Anak Perusahaan RNI Optimalkan Kerja Sama dengan Para Petani Tebu

    Angga Bratadharma - 06 Oktober 2021 09:29 WIB
    Anak Perusahaan RNI Optimalkan Kerja Sama dengan Para Petani Tebu
    Ilustrasi. FOTO: PG Rajawali II



    Cirebon: Manajemen PT PG Rajawali II, anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI), berharap kerja sama yang telah terjalin dengan mitra petani tebu yang dinaungi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat terus berjalan. Harapannya, PG Rajawali bisa tetap berkontribusi bagi kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.

    "Kemitraan tebu harus terus berjalan, karena telah terbukti memberikan dampak positif baik bagi kesejahteraan petani maupun keberlangsungan operasional pabrik," kata Direktur PG Rajawali II Ardian Wijanarko, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 6 Oktober 2021.

     



    Ardian menjelaskan, Rajawali II melalui PG Jatitujuh telah menjalankan Kemitraan Budi Daya Tebu melalui pemberdayaan UMKM petani yang bersinergi dengan BUMDes. Saat ini tercatat ada 14 BUMNDes yang tersebar di Majalengka dan Indramayu.

    Program Kemitraan Budi Daya Tebu merupakan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa penyangga dan memberikan nilai tambah bagi mitra petani, terpenuhinya bahan baku giling pabrik gula, dan menciptakan lapangan usaha baru pendukung perkebunan tebu.

    "Kemitraan ini selain dapat meningkatkan perekonomian lokal juga turut berperan sebagai rantai pasok pangan komoditas gula," tuturnya.

    Kemitraan antara Rajawali II dengan mitra petani setiap tahun terus mengalami peningkatan. Mitra petani untuk berbudidaya tebu tercatat mulai Musim Tanam (MT) 2018/2019 sebanyak 1.309 petani, MT 2019/2020 terdapat 1.826 petani, MT 2020/2021 sebanyak 1.986 petani, dan di MT 2021/2022 diupayakan meningkat hingga sebanyak 2.752 petani.

    Di sisi lain, Rajawali II sebagai pengelola PG Jatitujuh sangat menyesalkan terjadinya penyerangan terhadap mitra petani tebu oleh sekelompok orang pada, Senin, 4 Oktober 2021, di Desa Kerticala, Kecamatan Tukdana, Indramayu. Ardian sangat menyayangkan terjadinya peristiwa yang mengakibatkan jatuhnya dua korban jiwa dari pihak petani tebu tersebut.

    Pasalnya, lanjutnya, petani tebu merupakan salah satu mitra strategis yang berpengaruh terhadap kelangsungan produksi pabrik gula. Ia berharap peristiwa tersebut tidak mengganggu jalannya pola dan hubungan kemitraan yang telah dijalin dengan masyarakat sekitar dalam beberapa tahun terakhir ini.

    "Duka cita yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Tentunya kami sangat  menyayangkan terjadinya penyerangan terhadap mitra petani tebu di wilayah HGU Jatitujuh. Kedepannya semoga peristiwa ini tidak terulang kembali, mengingat para petani tebu rakyat di wilayah tersebut merupakan binaan dari PG Jatitujuh," ucapnya.

    Ardian mempercayakan kepada penegak hukum untuk memproses kasus ini lebih lanjut. ia meminta kepada pihak kepolisian agar menindak tegas oknum-oknum masyarakat yang mengganggu aktivitas budi daya tebu di lahan HGU Jatitujuh melalui aksi-aksi kekerasan.

    "Kami mengecam dan tidak menoleransi aksi kekerasan yang terjadi di wilayah operasional perusahaan dan akan berupaya semaksimal mungkin menjamin keamanan para mitra petani tebu yang saat ini bekerja menggarap lahan di HGU Jatitujuh," tuturnya.

    "Upaya ini dalam rangka menjaga aset negara serta memastikan aktivitas produksi gula untuk memenuhi kebutuhan gula nasional tidak terhambat," pungkasnya.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id