Pupuk Indonesia dan PHR Banjir Pasokan Gas dari Genting Oil, PetroChina, hingga Repsol

    Suci Sedya Utami - 17 Juni 2021 21:50 WIB
    Pupuk Indonesia dan PHR Banjir Pasokan Gas dari Genting Oil, PetroChina, hingga Repsol
    Ilustrasi pasokan gas industri - - Foto: dok Pertamina



    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memfasilitasi penandatangan enam perjanjian pemanfaatan gas bumi antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas dengan PT Pupuk Indonesia Group.

    Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebutkan terdapat enam perjanjian yang ditandatangani yakni nota kesepahaman (MoU) antara Genting Oil Kasuri Pte Ltd dan PT Pupuk Indonesia untuk pengembangan proyek amoniak-urea dan metanol di Bintuni.

     



    Perjanjian ini akan menjamin pemanfaatan gas bumi sekitar 1,66 triliun kaki kubik (TCF) dari lapangan Asap, Kido dan Merah untuk pabrik amoniak, urea dan metanol yang didirikan oleh PT Pupuk Indonesia dan anak perusahaannya.

    "Proyek ini akan mendorong pembangunan ekonomi regional provinsi Papua Barat, terutama penciptaan lapangan kerja baru dan meningkatnya peluang investasi daerah," kata Arifin di Jakarta, Kamis, 17 Juni 2021.

    Proyek tersebut diperkirakan akan onstream pada 2025 dengan jumlah pasokan gas harian untuk ammonia urea adalah sebesar 112,6 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan untuk Methanol sebesar 109,3 MMSCFD.

    Kemudian MoU antara PetroChina International Jabung Ltd dan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) untuk pengembangan proyek Pusri-3B yang diperkirakan onstream pada 2036. Pasokan gas harian yang disalurkan sebesar 60 billion british thermal unit per day (BBTUD).

    Lalu MoU antara Repsol Sakakemang B.V dan Pusri yang diperkirakan akan onstream pada 2024. Gas yang dipasok harian sebesar 38 BBTUD.

    Selain itu, Repsol juga akan memasok gas ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan jumlah gas harian 15 BBTUD. PHR juga akan mendapatkan pasokan gas dari PetroChina International Jabung untuk operasi steam flood di Blok Rokan dengan jumlah gas harian 50 BBTUD yang diperkirakan akan onstream menghasilkan minyak pada 2023.

    Ada juga MoU antara Kangean Energy Indonesia dan PT Petrokimia Gresik yang diperkirakan akan onstream setelah 2027. "Hal ini sebagai bagian dari milestone hulu migas Indonesia untuk mendukung pengembangan pabrik pupuk dan lifting minyak," jelas Arifin.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id