Bukit Asam Gandeng INKA Kembangkan Kendaraan Tambang Listrik

    Desi Angriani - 08 Desember 2021 21:13 WIB
    Bukit Asam Gandeng INKA Kembangkan Kendaraan Tambang Listrik
    Ilustrasi. Foto: Kementerian BUMN



    Jakarta: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggandeng PT Industri Kereta Api (Persero)/INKA dalam mengembangkan kendaraan tambang berbasis listrik. Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi BUMN dalam mencapai target Net Zero Emission pada 2060.

    "Pencapaian target Net Zero Emission tersebut tentu membutuhkan peran aktif berbagai pihak dan didukung oleh teknologi yang mumpuni," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi dalam siaran pers, Rabu, 8 Desember 2021.

     



    Agung menjelaskan pemerintah tengah menyusun peta jalan demi menghadapi risiko perubahan iklim di masa mendatang.

    Lima strategi pemerintah capai target nol emisi:

    1. Peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan.
    2. Pengurangan energi fosil.
    3. Kendaraan listrik di sektor transportasi.
    4. Peningkatan pemanfaatan listrik pada rumah tangga dan industri.
    5. Pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS).

    Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Suryo Eko Hadianto menambahkan perusahaan BUMN dapat berkontribusi optimal dengan mengarahkan kendaraan operasional pertambangan ke listrik.

    "Ini peluang bagi kita untuk mengembangkan, daripada harus beli atau impor. Jadi semaksimal mungkin bisa kurangi impor," ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro menjelaskan kerja sama ini didasari oleh keahlian masing-masing perusahaan. INKA adalah membuat kendaraan berbasis listrik sedangkan PTBA memiliki keahlian sebagai operator tambang,

    "Ini bagaimana supaya bisa berhasil sehingga bisa kembangkan kendaraan tambang berbasis listrik," jelas dia.

    Adapun PTBA telah memiliki serangkaian program pengurangan emisi karbon:

    1. Mengubah alat pertambangan berbahan bakar minyak menjadi berbahan bakar listrik lewat program Eco-Mechanized Mining (e-MM).
    2. Mengganti kendaraan operasional menjadi kendaraan listrik.Melakukan reforestasi pada lahan bekas tambang, dengan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan studi terkait tanaman yang mampu mereduksi emisi karbon di udara.
    3. Mengganti bahan perusak ozon (BPO) seperti penggunaan refrigerant AC yang ramah lingkungan dan penggantian BPO-Halon 1211 pada Alat Pemadam Api Ringan (APAR).


    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id