comscore

Dorong Ekonomi, Bahlil Ajak Papua Barat Tarik Investasi

Eko Nordiansyah - 16 Juni 2022 10:31 WIB
Dorong Ekonomi, Bahlil Ajak Papua Barat Tarik Investasi
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: BKPM.
Jakarta: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendorong para bupati dan walikota di Papua Barat agar bisa menarik investasi. Sebab masuknya investasi dinilai bisa menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga berkontribusi terhadap ekonomi nasional.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) se-Papua Barat yang dihadiri oleh 12 bupati dan satu walikota di Provinsi Papua Barat serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Barat.
 
Bahlil menjelaskan kondisi pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,01 persen pada kuartal I-2022. Bahlil juga mengingatkan agar setiap investor yang masuk ke Papua, wajib berkolaborasi dengan pengusaha lokal serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Papua, sehingga tercipta titik pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
 
"Saya prihatin melihat kontraksi pertumbuhan Papua Barat. Hal ini menunjukkan kurangnya investasi masuk ke Papua. Membangun ekonomi wilayah itu seperti kereta api. Perlu lokomotif dan gerbong. Kita harus tarik investor besar dulu sebagai lokomotif, baru tarik pengusaha lokal dan UMKM sebagai gerbongnya," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 Juni 2022.
 
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melaporkan pertumbuhan ekonomi Papua Barat pada kuartal I-2022 mengalami kontraksi sebesar minus 1,01 persen. Hal tersebut menyebabkan angka pengangguran mengalami kenaikan angka sebesar 5,84 persen dengan tingkat kemiskinan menempati peringkat 10 dari 34 provinsi di Indonesia.
 
"Salah satu penyebab kontraksi ini adalah masih banyak pelaku usaha yang belum patuh menjalankan kewajibannya. Mungkin karena belum ada sanksi," jelas Paulus.
 
Paulus meminta arahan kepada Menteri Investasi/Kepala BKPM terkait pemberian sanksi terhadap pelaku usaha yang tidak melakukan kewajiban. Paulus juga berharap pembangunan energi listrik, transportasi, dan telekomunikasi yang dapat mendorong investasi di Papua Barat serta membangun program-program peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga dapat menekan tingkat pengangguran di Papua Barat.
 
Menindaklanjuti hal tersebut, Bahlil akan melakukan rapat koordinasi antara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Gubernur Papua Barat, dan Bupati/Walikota di Provinsi Papua Barat untuk membahas lebih lanjut perihal pengembangan investasi di Papua Barat.
 
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, total realisasi investasi di Provinsi Papua Barat tercatat Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp635,6 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar USD32,5 juta pada 2021. Khusus untuk PMA, terjadi peningkatan signifikan sebesar 206,6 persen dibanding 2020 yang tercatat sebesar USD10,6 juta.
(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id