comscore

Perekaman Lokasi Rumah Penerima Bansos di Bali 65%, Kejar Target Rampung Akhir Mei

Rosa Anggreati - 16 Mei 2022 14:07 WIB
Perekaman Lokasi Rumah Penerima Bansos di Bali 65%, Kejar Target Rampung Akhir Mei
Proses geotagging di Bali telah dimulai sejak Maret 2022. Hingga pekan pertama Mei 2022, sudah tercapai 65 persen (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
Denpasar: Setelah sukses menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) dan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng, PT Pos Indonesia (Persero) masih memiliki tugas menuntaskan perekaman lokasi rumah penerima bantuan.

Perekaman lokasi rumah keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut berupa geotagging dan memotret tampak muka rumah. Proses ini dilakukan di rumah KPM seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Bali.
Proses geotagging di Bali telah dimulai sejak Maret 2022. Hingga pekan pertama Mei 2022, sudah tercapai 65 persen.

"Kami targetkan akhir Mei, selesai," kata Manajer Operasi Kurir KCU Denpasar Nanang Mochtamir Mintah.

Untuk mempercepat proses geotagging, dilakukan penambahan tenaga. 

"Di Denpasar selain menggunakan karyawan Pos, juga direkrut tenaga lepas. Misalnya, driver gojek, petugas kelurahan," ujar Nanang.

Adapun kendala yang dialami petugas Pos saat melakukan proses geotagging di Bali, yaitu jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya berjauhan, sinyal kurang bagus, kondisi geografis, dan banyak nama jalan yang sama.

Perekaman Lokasi Rumah Penerima Bansos di Bali 65%, Kejar Target Rampung Akhir Mei
KPM Ni Wayan Tini, warga Nusa Penida, Bali (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

Di antara kendala tersebut dialami oleh I Made Suastayasa, petugas Pos yang melakukan geotagging ke rumah kPM.

"Biasanya saya tanya kepada warga setempat atau banjar untuk meyakinkan," ujar I Made.

Dalam sehari, I Made mampu memotret 5-10 rumah KPM karena rumah penduduk berjauhan dan lokasinya di perbukitan.

"Prosesnya setelah tiba di rumah KPM, saya cek KK dan KTP KPM dengan danom. Setelah cocok, barulah rumah difoto dan dilakukan geotagging," ucapnya.

Perekaman Lokasi Rumah Penerima Bansos di Bali 65%, Kejar Target Rampung Akhir Mei
KPM Ni Kadek Murti, warga Nusa Penida, Bali (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

Sementara itu, Executive General Manager KCU Denpasar Nandi Hidayat menjelaskan proses geotagging di Provinsi Bali masih terus dilakukan. Dia menggarisbawahi pencapaian penyaluran BLT minyak goreng kepada 167 ribu KPM se-Provinsi Bali mencapai 98 persen dalam 10 hari saja.

"Sukses penyaluran tersebut karena kami menerapkan pembayaran dengan tiga metode, yaitu diambil di Kantor Pos, diantarkan langsung ke rumah KPM, penyaluran di aula bekerja sama dengan banjar," kata Nandi.

Pada saat penyaluran BLT minyak goreng pun tidak ada kendala berarti. Petugas menerapkan protokol kesehatan, sehingga tidak ada penumpukan warga maupun kerumunan.

Salah satu penerima BLT minyak goreng Ni Wayan Tini yang berdomisili di Nusa Penida, Bali, mengaku senang bisa menerima bantuan di tengah kondisi sulit.

"Sebelum mengambil bantuan, saya siapkan KTP dan KK. Saya merasa terbantu dapat bantuan dari pemerintah. Terima kasih Pak Jokowi. Terima kasih Kementerian Sosial dan Pos Indonesia," kata Ni Wayan.

(ROS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id