comscore

Kementan Dorong Diversifikasi Konsumsi Pangan Lokal

Husen Miftahudin - 08 April 2022 14:57 WIB
Kementan Dorong Diversifikasi Konsumsi Pangan Lokal
Ilustrasi, sagu kering. Foto: dok MI/MOHAMAD IRFAN.
Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus mendorong upaya diversifikasi konsumsi pangan lokal. Karena itu, Ditjenbun Kementan terus melakukan pembinaan terhadap berbagai macam produk olahan sagu sebagai pangan sehat dari beberapa pelaku usaha.

"Dengan adanya kolaborasi yang semakin erat dengan beberapa pelaku usaha, eksportir, dan petani sagu akan meningkatkan branding dan akses pasar olahan sagu di dunia internasional seiring dengan meningkatnya prevalensi konsumen dunia pada produk rendah kalori, rendah indeks glikemik, dan tentunya menyehatkan," ucap Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjenbun Kementan Dedi Junaedi dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 April 2022.
Menurutnya, tren gaya hidup sehat saat ini membuat olahan sagu semakin dilirik pasar global dan peluang usaha yang cukup besar. Namun karena persaingan pasar begitu ketat, maka perlu menciptakan inovasi dan kreasi dengan berbagai hasil olahan sagu, seperti mi sagu, beras sagu, tepung sagu, kue cemilan sagu atau cookies, dan lainnya.

"Beras sagu dan mi sagu termasuk sebagai makanan sehat, karena memiliki keunggulan yaitu bebas gluten dan dengan kadar indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi dan roti," tutur Dedi.

Salah satu produk mi sagu sebagai pangan yang sehat adalah SagoMee. Direktur PT Sahabat Mitra Strategis (SMS) Nurhaeda mengatakan, sagu merupakan pangan alternatif bagi kebutuhan masyarakat Indonesia maupun dunia. Karena itu ia mengapresiasi dukungan yang difasilitasi Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjenbun Kementan.

"Dukungan untuk promosi dan pemasaran internasional yang difasilitasi Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjenbun Kementan. Salah satunya Russia Halal Expo di 2021 lalu, Juli, di Kazan Expo, Kazan Republik Tatarstan, dimana MOU dengan potential buyer dan nilai transaksi USD720 ribu per tahun," sebutnya.

Nurhaeda menambahkan, PT SMS juga pernah diberikan kesempatan oleh Atase Perdagangan KBRI Kairo untuk menjadi partisipasi pada event Cairo International Festival pada September hingga Oktober tahun lalu.

"SagoMee ikut turut menjadi salah satu produk unggulan. Kami mendapatkan respons yang positif, pengunjung, dan masyarakat Indonesia di sana menyambut sangat baik. Saat pameran terjual sekitar 48 cup untuk trial," tambahnya.

PT SMS juga ikut dalam Pameran Pangan Nusantara pada November 2021 lalu di Cihampelas Walk Mall Bandung, dan kegiatan-kegiatan lainnya, dengan membawa dan menjual produk beras sagu dan SagoMee, hasil olahan sagu Indonesia.

"Kedepannya saya berharap semoga beras sagu dan SagoMee, hasil olahan sagu Indonesia semakin dikenal dan diminati dunia, terkenal dengan cita rasa mutu kualitas yang baik dan berdaya saing," tutup Nurhaeda.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id