Menperin Minta Industri Kerajinan dan Batik Tetap Jaga Kualitas Produk

    Husen Miftahudin - 24 Maret 2021 16:55 WIB
    Menperin Minta Industri Kerajinan dan Batik Tetap Jaga Kualitas Produk
    Ilustrasi. Foto: Antara/Destyan Sujarwoko



    Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai industri kerajinan dan batik merupakan salah satu sektor yang mampu beradaptasi dan berinovasi di tengah dampak pandemi covid-19 sehingga dapat bertahan, bahkan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

    "Di tengah masa sulit seperti saat ini, industri kerajinan dan batik di dalam negeri terus berupaya memunculkan kreativitas dan inovasi dalam rangka meningkatkan kinerja usahanya. Tumbuhnya kinerja sektor industri tersebut karena tetap menjaga kualitas produknya dan peningkatan volume produksi," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 24 Maret 2021.

     



    Menperin menekankan bahwa Kemenperin terus mendorong para pelaku industri kecil menengah (IKM) agar dapat membuat produk sesuai preferensi pasar dan cepat melakukan diversifikasi produk. Tujuannya, guna memacu keberlangsungan usaha mereka di tengah dampak pandemi.

    "Industri kerajinan dan batik yang merupakan bagian dari industri kreatif dan didominasi oleh sektor IKM, mendapat prioritas pengembangan oleh Kementerian Perindustrian, karena dinilai mempunyai daya ungkit besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional," papar dia.

    Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi menyampaikan, salah satu unit kerjanya, Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, akan kembali melaksanakan kegiatan Inkubasi Bisnis Teknologi Innovating Jogja Tahun 2021.

    "Kegiatan Innovating Jogja ini bertujuan untuk pengembangan sektor industri kerajinan dan batik agar lebih berdaya saing, dengan memanfaatkan teknologi inovasi yang berasal dari masyarakat (calon tenant) atau memanfaatkan teknologi yang dimiliki oleh BBKB Yogyakarta," tutur Doddy.

    Selaras dengan perubahan fokus BSKJI, pelaksanaan kegiatan Innovating Jogja 2021 menitik beratkan pada optimalisasi pemanfaatan teknologi pada proses bisnis para tenant. Adapun pendaftaran Innovating Jogja 2021 telah dibuka bagi masyarakat umum yang berusia di bawah 45 tahun.

    Selain itu, telah lulus SMA/SMK, berminat mengembangankan usaha, mampu mengunakan komputer dan memiliki ide yang inovatif di bidang kerajinan dan batik. Pendaftaran dilakukan dengan mengisi formulir online pada website innovatingjogja.id sebelum 30 April 2021.

    Kepala BBKB Yogyakarta Titik Purwati Widowati mengemukakan bahwa program Innovating Jogja yang sudah berjalan sejak tahun 2016 ini dinilai mampu menghasilkan industri baru yang kompetitif di bidang kerajinan dan batik di wilayah Yogyakarta dan beberapa daerah lainnya.

    "Bahkan, beberapa tenant lulusan Innovating Jogja sudah berhasil melakukan ekspor. Secara total, sejak 2016 hingga 2020, Innovating Jogja telah membimbing sebanyak 113 calon dalam kegiatan bootcamp, dan 20 di antaranya berhasil lolos sebagai tenant inkubator teknologi bisnis," pungkas Titik.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id