Banyak Ciri Khas, Rachmat Gobel: Bangkitkan Ekonomi Sumba

    Ade Hapsari Lestarini - 05 April 2021 18:23 WIB
    Banyak Ciri Khas, Rachmat Gobel: Bangkitkan Ekonomi Sumba
    Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sumba, NTT. Foto: dok pribadi.



    Waingapu: Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel bertekad untuk memajukan ekonomi Sumba. Menurut dia, Sumba memiliki banyak kekhasan dan potensi ekonomi yang berlimpah.

    Gobel mengatakan, Sumba bisa membangun pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Sebagai contoh, katanya, Sumba memiliki tradisi beternak sapi. Selain itu Sumba juga memiliki potensi kain tenun ikat khas Sumba.






    "Sumba memiliki banyak kekhasan dan potensi ekonomi," kata Gobel, dalam keterangan resminya, Senin, 5 April 2021.

    Hal ini disampaikan Gobel saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hari pertama ke Kabupaten Sumba Timur, selanjutnya ke Sumba Barat Daya. Di Sumba Timur, Gobel melakukan dialog di kediaman bupati dan perajin tenun ikat Sumba.

    Gobel didampingi anggota Komisi IV DPR RI Julie Laiskodat yang juga Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) NTT, anggota Komisi II DPR RI Jacky Uly, anggota Komisi III DPR RI Ratu Ngadu Bonu, dan Bupati Sumba Timur Khristofel A Praing.

    Saat berdialog dengan perajin di paguyuban perajin Galeri Atmala Kanatang, Gobel mendengarkan aspirasi mereka yang terkena dampak pandemi maupun kesulitan permodalan dan pemasaran serta peniruan tenun ikat Sumba dengan kualitas rendah dan menggunakan mesin.

    Tentang peniruan, Gobel mengajak untuk mempatenkan tenun ikat Sumba. "Tenun ikat Sumba lahir dari tradisi dan budaya warisan leluhur yang sangat khas. Kualitasnya tinggi dan nilai-nilainya yang kuat. Ini harus dipatenkan," tegasnya.

    Selain itu, Gobel mengajak pengrajin untuk bersatu dalam wadah koperasi agar memudahkan pengadaan bahan baku benang dan pemasaran produknya. "Selain itu bisa memudahkan permodalan serta bisa menjaga harga yang stabil," katanya.

    Satu tenun ikat Sumba bisa dibuat dalam waktu 6 enam hingga 1,5 tahun. "Tergantung motif dan warna," kata Ketua Galeri Atmala Kanatang, Ryan.

    Tenun ikat Sumba yang termahal adalah yang berwarna merah, sedangkan yang lebih murah adalah yang berwarna biru. Mereka masih menggunakan pewarna alami. Warna merah dibuat dari akar mengkudu, warna biru dari daun nila, dan warna kuning dari batang pohon idju. Dari tiga warna dasar inilah bisa dibuat warna hitam, misalnya. Untuk motif warna merah membutuhkan 12 kali pencelupan.

    "Butuh 130 langkah untuk membuat satu kain tenun ikat. Mulai dari menggulung benang, menyusun benang, mengikat benang, mencelup benang, dan menenun. Pembuatan motif adalah dengan mengikat lalu mencelup. Hal itu dilakukan berulang. Untuk motif, tenun Sumba ada 800 motif, dengan motif dasar rusa, udang, kakaktua, mahang, ular naga, dan bunga kapas," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id