Anak Usaha Krakatau Nimbrung di Proyek PLTS Terapung Senilai USD14 Juta

    Annisa ayu artanti - 06 April 2021 10:32 WIB
    Anak Usaha Krakatau <i>Nimbrung</i> di Proyek PLTS Terapung Senilai USD14 Juta
    Ilustrasi pembangunan PLTS - - Foto: Medcom



    Jakarta: Anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yaitu PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI) melakukan penandatanganan kerja sama dengan perwakilan PT Akuo Energy Indonesia yang merupakan bagian dari grup perusahaan renewable energy asal Prancis, Akuo Energy SAS.
     
    Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan kerja sama tersebut terkait proyek pengembangan renewable energy yang diaplikasikan dalam pemanfaatan Floating Solar PV Project (Pembangkit Listrik Tenaga Surya/PLTS Terapung) dengan total investasi senilai USD14 juta.

    "Kapasitas yang akan dihasilkan PLTS pada tahap awal adalah 16 MW dengan nilai penghematan biaya listrik sebesar Rp7,8 miliar per tahun," jelas Silmy dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 April 2021.






    Ia menjelaskan proyek PLTS Terapung ini dibangun dengan memanfaatkan area permukaan waduk penampungan air PT KTI di Waduk Krenceng, Cilegon, Banten. Proyek yang bertujuan untuk menurunkan biaya pemakaian listrik dan berkontribusi bagi konservasi lingkungan ini diklaim akan mengutamakan penggunaan local content yang sesuai TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri).

    "Proyek ini direncanakan dapat beroperasi secara komersial pada akhir 2022. Selanjutnya, PT KTI ditargetkan akan menambah kapasitasnya menjadi 40 MW," ujar Silmy.


    Adapun Akuo Energy SAS adalah perusahaan yang berfokus pada pembangunan renewable energy yang terkemuka di dunia. Akuo Energy SAS telah melakukan pengembangan renewable energy hingga 1.400 MW di 18 negara di antaranya di Amerika Serikat, Prancis, Polandia, Australia, Kroasia, Dubai, Turki, Uruguay, dan Maroko.

    Direktur PT Akuo Energy Indonesia Refi Kunaefi mengatakan bahwa proyek ini akan menjawab tantangan kebutuhan pasokan energi di masa mendatang yang akan bergantung pada renewable energy.

    "Kerja sama dengan Krakatau Steel Group ini dapat ditingkatkan pada eksplorasi horizon bisnis yang lebih luas lagi terutama untuk pengembangan green steel industry yang sangat potensial untuk pangsa pasar di Eropa," kata Refi.


    Perwakilan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia Ludovic Maria juga menyatakan bahwa proyek ini adalah proyek penting. Prancis berharap kerja sama renewable energy ini juga dapat mewujudkan program pemerintah agar bauran energi sebesar 23 persen di Indonesia berasal dari renewable energy di 2025 sehingga dapat mengurangi emisi energi yang sangat besar terutama untuk wilayah kawasan industri.

    "Kerja sama ini merupakan titik awal bagi pengembangan bisnis kami selanjutnya dengan Akuo Energy SAS dalam renewable energy. Hal ini akan memberikan nilai tambah bagi Krakatau Steel Group yang sejalan dengan peningkatan daya saing Krakatau Steel dan kepedulian Krakatau Steel terhadap penurunan emisi gas buang," pungkas Silmy.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id