Cerita Sukses Keripik Buah dan Sayur Asal Malang Tembus Pasar AS

    Suci Sedya Utami - 02 Mei 2021 16:34 WIB
    Cerita Sukses Keripik Buah dan Sayur Asal Malang Tembus Pasar AS
    Pemilik usaha CV Arjuna 999 Mastutik. Foto: dok. Pertamina



    Jakarta: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pembuat kripik sayur, buah, dan rempeyek asal Malang sukses menembus pasar Amerika Serikat (AS).

    Mitra binaan Pertamina pemilik usaha CV Arjuna 999 ini menjadi UMKM naik kelas dengan mengalami peningkatan omzet, perluasan pemasaran, dan perkembangan usaha lainnya.






    "Awal memulai usaha sesaat setelah suami saya meninggal 2011 lalu. Masih harus mengasuh tiga orang anak. Iseng membuat lauk rempeyek dan mulai terpikir untuk menjualnya,” cerita pemilik usaha CV Arjuna 999 Mastutik dalam keterangan tertulis, Minggu, 2 Mei 2021.

    Awalnya Mastutik menitipkan produknya ke beberapa toko oleh-oleh di sekitar rumahnya di Kota Batu, Jawa Timur. Namun cara itu tidak sesuai harapannya, karena banyak toko yang tidak menerima produknya.

    Tidak patah arang, Mastutik dibantu anaknya memasarkan produknya secara online melalui media sosial. Selang beberapa minggu, tiba-tiba dia mendapatkan telepon dari pembeli asal Hong Kong.

    "Kaget, percaya tidak percaya. Saya kira orang iseng, ternyata tidak. WNI yang memiliki toko oleh-oleh khas Indonesia di Hong Kong itu memberi sejumlah uang sesuai pesanan untuk dikirim ke sana," kenang dia.

    Akhirnya, Mastutik mulai serius menekuni bisnis tersebut. Dia meminta bantuan kepada para ibu rumah tangga di sekitar rumahnya untuk ikut membantu. Kini, terdapat 15 orang pekerja yang dia berdayakan. Selain itu, Mastutik juga turut memberdayakan petani lokal dengan cara menyerap hasil produknya secara langsung.

    Berkat komitmen dan ketekunannya dalam berbisnis, jangkauan pemasaran produk keripik yang kini berjumlah lebih dari 50 jenis itu telah meluas. Selain dalam negeri dan hongkong, hampir seluruh wilayah negara ASEAN telah dijajakinya. Bahkan, akhir-akhir ini keripiknya telah berhasil menembus pasar Amerika Serikat.

    Bantuan modal dan pembinaan dari Pertamina pun membuat kapasitas produknya ikut meningkat tajam. Dari semula 300 ribu pieces per bulan menjadi 500 ribu pieces per bulan. Produknya yang melimpah ini mendatangkan profit yang cukup besar yakni mencapai Rp70 juta setiap bulan.

    Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman mengatakan Pertamina mengapresiasi bisnis berbasis sociopreneur seperti yang dilakukan Mastutik.

    "Keripik-keripik ini merupakan salah satu kuliner khas Indonesia, sangat membanggakan jika berhasil diekspor ke luar negeri. Pertamina akan terus mendukung upaya ini," kata Fajriyah.

    Menurut Fajriyah, melalui Program Kemitraan, Pertamina ingin dapat menghadirkan energi yang menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

    Pertamina mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya. Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab lingkungan dan sosial, demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id