Erick Thohir Siapkan Pertamina Jadi Raksasa Logistik Migas

    Suci Sedya Utami - 05 Mei 2021 15:17 WIB
    Erick Thohir Siapkan Pertamina Jadi Raksasa Logistik Migas
    Pertamina. Foto : Setkab.



    Jakarta: PT Pertamina (Persero) melalui integrasi subholding PT Pertamina International Shipping (PIS) siap untuk menjadi merajai bisnis logistik utamanya dalam pengangkutan minyak dan gas (migas).

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga sangat penting untuk memperbaiki rantai pasok (supply chain) untuk ketanahan energi. Ia mengatakan sebagai BUMN unggulan, Pertamina harus mempunyai langkah besar untuk memastikan keberlanjutan logistik dengan melakukan integrasi logistik kelautan melalui aset-aset kapal dan infrastruktur lain yang dimiliki.

    "Ini sebuah langkah yang membuktikan Pertamina menjadi perusahaan terdepan. Kita berharap pada tahun ini integrasi PIS bisa terjadi dan kita bisa moving forward untuk melihat persaingan terbuka," kata Erick dalam peresmian subholding PIS, Jakarta, Rabu, 5 Mei 2021.






    Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan saat ini PIS mengoperasikan armada sebanyak 750 kapal, 540 kapal di antaranya merupakan milik sendiri dan sisanya merupakan kapal sewa.

    Kapal-kapal ini ke depannya bukan hanya digunakan oleh Pertamina, namun bisa dioptimalkan oleh pihak ke tiga. Selain itu untuk mendukung bisnis ini, PIS juga memiliki sarana tambat dan nontambat serta enam pelabuhan dan juga terminal BBM serta LPG.

    Nicke mengatakan bisnis PIS tidak hanya dijalankan di dalam negeri, namun juga akan ekspansi ke pasar logistik internasional dengan strategi kemitraan (partnership) dengan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics untuk kapal LNG karena saat ini LPG masih impor dari Timur Tengan dan V-Toll untuk impor dari Amerika Serikat.

    "Kapal yang kita beli kan yang teknologi terbaru. Jadi ada ship management yang kita kerja samakan dengan NYK. Kami akan tingkatkan kerja sama untuk LNG, LPG dan crude. Sekarang crude kita belinya FOB jadi pakai PIS. Sekarang kita masuk ke pasar internasional melalui PIS Singapura," ujar Nicke.

    Manager Business Development PIS Dian Prama Irfani mengatakan permintaan terhadap liquid product seperti LPG dan LNG serta crude akan tumbuh dan puncaknya pada 2040. Indonesia masih memiliki kesempatan untyk mengalami dua dekade liquid product.

    Untuk produk crude misalnya 10 tahun mendatang ada 6-13 juta barel. Saat ini 22 persen dari kebutuhan tersebut logistriknya masih dilayani pihak ketiga. Pertamina sebesar 78 persennya. Demikian juga dengan gas yang diperkirakan akan meningkat kebutuhannya. Ia bilang pertumbuhan permintaan ini menjadi peluang untuk mengangkat bisnis logistik dan storage.


    "PIS saat ini dalam posisi yang strategis untuk menangkap pertumbuhan bisnis logsitik di ASEAN, Thailand dan Filipina. Berdasarkan itu, kita memandang untuk menangkap peluang ini PIS harus melakukan transformasi yang tadinya shipping company, sekarang integrated marine shipping company," jelas Irfan.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id