Pemerintah Didesak Rancang Roadmap Pemenuhan Daging Sapi dengan Swasembada

    Husen Miftahudin - 20 April 2021 08:32 WIB
    Pemerintah Didesak Rancang <i>Roadmap</i> Pemenuhan Daging Sapi dengan Swasembada
    Ilustrasi. FOTO: MI/ARYA MANGGALA



    Jakarta: Anggota Komisi VI DPR Amin AK menilai pembelian peternakan sapi di luar negeri merupakan solusi jangka pendek (exit strategy) untuk memenuhi kebutuhan. Hal ini terjadi akibat tidak terpenuhinya pasokan daging sapi dalam negeri.

    "Namun, hal itu tidak menghilangkan kewajiban pemerintah untuk membuat roadmap swasembada daging sapi nasional dan merealisasikannya secara bertahap," ujar Amin, dalam siaran persnya, Selasa, 20 April 2021.






    Pernyataan Amin itu sebagai tanggapan atas rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk membeli peternakan sapi di Belgia. Menurut dia, dengan menunjuk BUMN dalam menjalankan strategi tersebut, maka terdapat sejumlah benefit yang bisa didapat oleh negara.

    Pertama, jelasnya, BUMN dapat memenuhi sebagian kekurangan pasokan daging dalam negeri dan sebagian keuntungan dari transaksi bisnis ini bisa masuk ke kas negara. Kedua, dapat mengurangi ketergantungan impor daging yang selama ini sebagian besar dilakukan oleh pihak swasta.

    Ketiga, lanjutnya, BUMN yang ditunjuk bisa menjalankan misi alih kemampuan teknologi peternakan sapi dari negara yang sudah maju industri peternakannya agar bisa diterapkan di dalam negeri.

    Amin mengungkapkan bahwa kelebihan sistem peternakan sapi di negara maju seperti Belgia dan Australia adalah kemampuan mereka dalam menghasilkan daging sapi yang berkualitas dengan harga yang lebih murah.

    "Strategi semacam itu bagus untuk jangka pendek, namun tidak tepat dalam konteks jangka panjang. Pengelolaan peternakan yang efisien harus dikuasai oleh peternak Indonesia agar bisa swasembada daging," tegas Amin.

    Lebih lanjut Amin mengakui bahwa secara realita cukup sulit untuk memenuhi kebutuhan daging sapi secara mandiri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi sapi potong pada 2020 mencapai 17,5 juta ekor.

    Merujuk data Kementerian Pertanian (Kementan), dari 17,5 juta populasi sapi potong, hanya sekitar 25 persen yang siap potong. Dengan kualitas sapi lokal saat ini, ternyata jumlah tersebut hanya mampu memasok sekitar 400 ribu ton daging.

    "Dengan kebutuhan daging sapi nasional mencapai 700 ribu ton, maka dibutuhkan tambahan 1,7 juta ekor sapi siap potong setiap tahun. Karena itu, sebagai solusi jangka pendek, rencana Menteri Erick cukup realistis," tegasnya.

    Karena itu, ia mendesak pemerintah untuk membuat roadmap pemenuhan daging sapi nasional dengan cara swasembada. Kementerian terkait harus duduk bersama dan bersinergi agar roadmap tersebut bisa berjalan dengan baik.

    Amin menekankan, yang harus dilakukan adalah menyiapkan lokasi dan lahan yang tepat dan mencukupi untuk pengembangan peternakan dengan konsep food estate. Di Australia, contohnya, sapi tumbuh di hamparan padang rumput yang luas sehingga biaya produksinya jauh lebih efisien.

    Oleh karena itu, dengan kebutuhan daging sekitar 700 ribu ton maka dibutuhkan minimal 5 juta ekor sapi siap potong  dengan kualitas tinggi.

    "Jadi untuk jangka panjang, ada empat hal yang harus disiapkan untuk mencapai swasembada daging yaitu lahan peternakan yang cukup, bibit unggul, sistem peternakan yang efisien, juga sistem logistik atau distribusi yang efisien," pungkas Amin.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id