Ketua MPR: Jangan Lalai di Tengah Pandemi Covid-19

    Angga Bratadharma - 29 April 2021 09:20 WIB
    Ketua MPR: Jangan Lalai di Tengah Pandemi Covid-19
    Ketua MPR Bambang Soesatyo. FOTO: MPR



    Jakarta: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan semua pihak jangan sampai lalai atau abai dalam upaya menangani dan mengendalikan penularan covid-19. Peringatan itu muncul mengingat pada Selasa, 27 Apri, total kasus virus mematikan itu di Tanah Air telah menembus angka 1,6 juta.

    Dari jumlah tersebut, lanjut Bamsoet, sapaan akrabnya, tercatat rasio angka kematian 2,7 persen dan rasio kesembuhan lebih dari 91 persen. Angka ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan rasio angka kesembuhan keseluruhan global yang hanya sekitar 58 persen. Hal ini patut diperhatikan dan diwaspadai.






    "Kita bisa belajar dari India yang pada awal 2021 lalu mendapatkan pujian dari dunia internasional atas upaya kebijakan yang dilakukan dalam pengendalian pandemi covid-19 baik pelaksanaan tes, isolasi, maupun program vaksinasi yang dilakukan secara masif," ujar Bambang, dalam konferensi pers virtual, Rabu, 28 April 2021.

    India juga tercatat sebagai negara industri vaksin dengan skala paling besar. Bahkan distribusi vaksin di india mencatatkan rekor dengan jumlah 100 juta dosis vaksin yang dalam 85 hari lebih cepat dari Amerika Serikat yang mencapai 89 hari dan Tiongkok mencapai 110 hari.

    Namun, masih kata Bamsoet, sikap lalai dan abai dalam mematuhi protokol kesehatan dan semakin kendornya pembatasan aktivitas masyarakat yang mengundang keramaian massa telah menyebabkan terjadinya ledakan kasus covid-19 di India. Informasi baru mencatat kasus penambahan covid-19 di India mencatat rekor baru sebanyak 354 ribu per hari.

    Bahkan, angka kematian di India lebih dari 2.500 kasus per hari. "Jika kita tidak berhati-hati apa yang terjadi di India tidak mustahil juga terjadi di negara yang kita cintai ini. Dengan angka positif rate yang masih fluktuatif dan dinamis dalam beberapa hari ini dalam kisaran 10-16 persen mengisaratkan sinyalemen bahwa kita belum berada di zona yang aman," ucapnya.

    Untuk menghadapi covid-19, lanjutnya, dibutuhkan sikap solidaritas dan kebersamaan termasuk di dunia usaha. Sikap gotong-royong dan saling bahu membahu antara sesama anak bangsa seharusnya menjadi modal untuk membangun optimisme melawan dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan bangkit kembali dari keterpurukan.

    Berangkat dari itu, dirinya mengapresiasi sejumlah perusahaan BUMN dan swasta yang mendapat penghargaan karena memiliki komitmen besar terhadap kepedulian sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) di tengah masa sulit seperti sekarang ini.

    "CSR memiliki peran penting dalam pembangunan, membangun kesadaran, dan mendorong partisipasi para pelaku usaha untuk menyelengarakan aktivitas perekonomian tanpa melupakan partisipasi dan kontribusi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id