Legislator Cecar Menteri ESDM soal Anggaran Prorakyat

    Suci Sedya Utami - 23 Juni 2020 18:47 WIB
    Legislator Cecar Menteri ESDM soal Anggaran Prorakyat
    Menteri ESDM Arifin Tasrif - - Foto: Medcom/ Suci Sedya Utami
    Jakarta: Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PAN Andi Yuliani Paris mencecar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif terkait pemangkasan anggaran di sektor energi yang prorakyat.

    Andi memprotes pemotongan anggaran untuk proyek konverter kit nelayan dan petani yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Padahal konverter kit dinilai penting bagi nelayan dan petani dalam menghidupkan mesin pelaku ekonomi tersebut.

    "Tidak bisa begitu (dihapuskan). Jangan yang dibicarakan di Juli 209 itu tiba-tiba dihilangkan. Menterinya boleh beda, tapi kesinambungannya harus ada," kata Andi dalam rapat tersebut, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juni 2020.

    Andi mengungkapkan rencana pengadaan konverter kit telah melalui pembahasan antara legislatif dan eksekutif sejak pagi hingga malam. Bahkan, sebagai penyambung aspirasi rakyat, Andi bilang telah menyampaikannya pada para konstituennya di daerah pemilihan.


    Jika program tersebut dihapuskan, Andi khawatir disebut akan melanggar janji ke masyarakat. "Ini untuk rakyat Pak. Kembalikan konverter semua. Saya terus terang menangis ini dihapuskan," tutur Andi.

    Hal yang sama disampaikan Anggota Komisi VII DPR Fraksi Demokrat M. Nasir. Ia menyebut keberadaan konverter kit penting demi memutar roda ekonomi nelayan dan petani di daerah.

    Jika kementerian ingin menghapus anggaran tersebut seharusnya dilihat berdasarkan prioritas yang diajukan kementerian sebelumnya. Sebab konverter kit merupakan salah satu program prioritas Kementerian ESDM.

    "Memang bencana terjadi, tapi kita harus ada pembahasan. Ini kan untuk peningkatan ekonomi, untuk dipasang di kapal, sebagai ketahanan pangan juga. Ini perlu kami bahas agar ada sinkronisasi," jelas dia.


    Dalam paparan, Arifin menyebutkan pengadaan konverter kit untuk nelayan sebanyak 40 ribu paket dengan anggaran Rp350 miliar; pengadaan konverter kit untuk petani sebesar 10 ribu paket dengan anggaran Rp82,5 miliar; serta konversi minyak tanah ke LPG 3 kg sebanyak 526.616 paket dengan anggaran Rp266,5 miliar tidak akan digarap tahun ini.

    "Semuanya dibatalkan, konverter kit untuk nelayan akan dilanjutkan di 2021," ujar Arifin.

    Komisi VII DPR RI pun meminta agar Kementerian ESDM meninjau kembali prioritas-prioritas yang dikorbankan sebagai dampak pemangkasan anggaran untuk penanggulangan covid-19.

    Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan pihaknya akan menyisir anggaran lain yang bisa diefisienkan, seperti anggaran perjalanan dinas.


    "Kami akan sisir lagi agar kami bisa hidupkan lagi yang kemasyarakatan. Kami mohon diberikan waktu," pungkas Ego. 



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id