Balitbangtan Kembangkan Teknologi Pembuat Tepung Mocaf

    Ilham wibowo - 18 Agustus 2020 20:13 WIB
    Balitbangtan Kembangkan Teknologi Pembuat Tepung Mocaf
    Ilustrasi diversifikasi sumber karbohidrat - - Foto: Antara/ Anis Efizudin
    Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mengembangkan teknologi produksi dan diversifikasi sumber karbohidrat. Pengembangan pangan lokal tersebut demi pemenuhan karbohidrat pengganti beras seperti ubi kayu, jagung, dan umbi-umbian.

    Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menjelaskan pangan karbohidrat atau nasi tidak hanya bertumpu pada beras. Produk diversifikasi nasi dari bahan lain bisa dinikmati dengan rasa yang hampir menyerupai.

    "Biodiversitas amat penting, hampir semua tepung sudah dikuasai teknologinya," tutur Djufry dalam keterangan tertulis, Selasa, 18 Agustus 2020.

    Peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) Balitbangtan, Misgiyarta memaparkan, ubi kayu/kasava atau biasa disebut singkong paling potensial sebagai sumber pangan lokal karena produktivitasnya tinggi. Pada tanah yang subur, varietas ubikayu tertentu produktivitasnya bisa mencapai 50 ton/hektare dan bisa tumbuh produktif di tanah marjinal.

    "Tanaman ubikayu juga tersebar di seluruh Indonesia. Masyarakat telah mengenal teknologi budidaya maupun pengolahan pada tingkat sederhana. Karena itu ubi kayu juga bisa mendukung kemandirian pangan, karena sangat cocok di ekosistem Indonesia," kata Misgiyarto.

    Adapun produksi ubikayu pada 2014 mencapai di atas 23 juta ton, tetapi terus mengalami penurunan hingga 16 juta ton pada 2018. Rata-rata penurunan 15 persen setiap karena produktivitas dan luasan lahan.

    Tepung singkong memiliki sifat-sifat yang menyebabkan produk olahan tepung singkong kurang disukai konsumen dan nilai ekonominya rendah. Karena itu, Balitbangtan mengembangkan teknologi produksi Mocaf dengan memperbaiki parameter-parameter kualitas tepung singkong.

    Teknologi tersebut yakni pembuatan tepung kasava termodifikasi secara biologi atau Biologically Modified Cassava Flour (Bimo-CF) terdiri dari bahan pembawa dan bahan aktif bakteri asam laktat. Starter Bimo-CF dibuat dari bahan baku pembawa berupa tepung ditambahkan bahan pengkaya nutrisi konsentrasi tertentu untuk meningkatkan efektivitas dan stabilitas.

    Berdasarkan struktur umbi, di bawah kulit tebal ubikayu ada semacam lendir tempat konsentrasi HCN yang berpengaruh pada derajat putih, aroma, dan rasa pahit sehingga kualitasnya rendah. Teknologi Mocaf (modified cassava flour) yang dikembangkan Balitbangtan bisa merekayasa untuk menghilangkan bau, meningkatkan derajat putih, mengurangi pahit, meningkatkan elastisitas, dan meningkatkan daya kembang.

    Menurutnya tepung mocaf lebih sehat karena tidak mengandung gluten, rendah protein, dan manfaatnya hampir menyamai tepung terigu. Tepung kasava termodifikasi ini cocok untuk aneka produk olahan kue, cake, bolu, biskuit, dan mi.

    "Teknologi produksi tepung Mocaf ini sudah diaplikasikan oleh mitra industri dan kelompok tani di beberapa daerah dan berpotensi dikembangkan secara komersial untuk industri dan pelaku usaha yang menyediakan bahan baku bagi industri pangan olahan," pungkasnya.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id