Erick: Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara G20 dan ASEAN

    Annisa ayu artanti - 15 September 2020 10:21 WIB
    Erick: Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara G20 dan ASEAN
    Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami
    Jakarta: Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir mengatakan dalam tren ekonomi di masa pandemi, Indonesia lebih baik dibandingkan negara lain.

    Dari negara G20 seperti India, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat, Erick menyebutkan kondisi ekonomi Indonesia lebih baik. Akibat covid-19 ekonomi India terpukul 23 persen, Inggris tertekan 21,7 persen, Prancis sebesar 16,9 persen, dan Amerika Serikat sebesar 9,3 persen.

    "Kalau kita lihat negara G20 lainnya apakah India yang terkena minus 23 persen, Inggris? Prancis? Amerika? Kita dalam posisi yang sangat baik," kata Erick dalam Kick Off Webinar Series 'Transportasi Sehat Indonesia Maju', Selasa, 15 September 2020.

    Kemudian, lanjut Erick, tren ekonomi Indonesia juga lebih baik dibandingkan dengan negara di kawasan Asia Tenggara. Tercatat, Malaysia minus 17 persen, Filipina minus 16,5 persen, Singapura minus 13,2 persen, dan Thailand minus 12,2 persen.

    "Dibandingkan dengan negara Asia Tenggara juga sama seperti itu, apakah dengan malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan lain-lain," ucapnya.

    Menurutnya, Indonesia bisa mempertahankan tren ekonomi saat ini karena kebijakan-kebijakan strategis yang dilakukan pemerintah. Salah satu contohnya adalah dengan tidak menerapkan pembatasan wilayah (lockdown) seperti yang dilakukan beberapa negara.

    "Pilihan pemerintah untuk tidak lockdown tentu bukan sesuatu juga keputusan yang seakan-akan hanya proteksi kepentingan ekonomi. Saya rasa tidak. Karena covid-19 semua negara tidak punya formula," tuturnya.

    Erick yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN ini juga menyampaikan, setiap negara memiliki formulanya masing-masing dalam meracik cara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Sehingga tidak melulu harus dibandingkan.

    "Formula masing-masing negara sangat berbeda. Karena belum pernah terjadi hal seperti ini di mana kesehatan sangat berdampak pada usaha, moneter, yang kita bicarakan sebagai perfect storm," pungkasnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id