Strategi Kemendag Stabilkan Pasokan dan Harga Gula

    Ilham wibowo - 25 Mei 2020 12:18 WIB
    Strategi Kemendag Stabilkan Pasokan dan Harga Gula
    Kemendag jamin ketersediaan pasokan dan harga gula. Foto: dok MI.
    Jakarta: Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan bahwa pihaknya telah menjamin ketersediaan stok gula dengan mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) untuk Gula Kristal Mentah (GKM). Pengolahan  menjadi Gula Kristal Putih (GKP) kemudian ditugaskan kepada beberapa pabrik gula yang berbasis tebu rakyat sejak November 2019.

    "Kebijakan impor gula diambil oleh Kementerian Perdagangan sebagai salah satu langkah strategis untuk mengisi kekosongan stok dan menyeimbangkan harga gula di dalam negeri," kata Wisnu melalui keterangan tertulisnya, Senin, 25 Mei 2020.

    Pada 29 November 2019, Kemendag telah menerbitkan persetujuan impor GKM termasuk untuk PT. Gendhis Multi Manis (GMM) yang merupakan anak perusahaan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). PT GMM diberikan alokasi sebesar 30 ribu ton berdasarkan rekomendasi Kementerian Perindustrian.

    Ditambahkan Wisnu, PT GMM kemudian mendapatkan persetujuan impor GKM kembali sebesar 29.750 ton pada 6 Maret 2020. Selain itu Perum Bulog juga mendapatkan persetujuan pengalihan gula dari PT Sumber Mutiara Indah Perdana (PT SMIP) yang berlokasi di Dumai sebesar 20 ribu ton pada 13 Maret 2020. Kemudian memperoleh kembali persetujuan impor GKP sebesar 50 ribu ton pada 7 April 2020 dan melalui PT GMM juga mendapatkan persetujuan impor sebesar 35 ribu ton pada 13 April 2020.

    Persetujuan impor GKM yang akan diolah menjadi GKP oleh PT GMM telah direalisasikan 100 persen sebanyak 29.750 ton pada 4 April 2020. Sedangkan pada 4 Mei 2020 PT GMM realisasi impornya telah dilakukan sebanyak 20 ribu ton.

    "Dari total Persetujuan Impor GKM sebanyak 64.750 ton, telah direalisasikan oleh PT GMM  sebanyak 49.750 ton. Sedangkan persetujuan pengalihan PT SMIP belum dapat dipenuhi komitmennya secara keseluruhan kepada Bulog untuk menyalurkan 20 ribu ton karena yang telah disalurkan baru sebesar 3.800 ton," paparnya Wisnu.

    Adapun untuk impor GKP pada 2 Mei 2020 telah direalisasikan sebanyak 21.800 ton. Hal ini yang menyebabkan salah satu alasan kurangnya pasokan GKP di pasar adalah belum maksimalnya realisasi impor oleh pabrik gula berbasis tebu yang diberikan Persetujuan Impor karena negara-negara pemasok gula seperti India, Thailand, dan Australia juga menerapkan lockdown untuk mengurangi perluasan pandemi covid-19 sehingga terganggunya jalur transportasi dan logistik dari sentra produksi menuju pelabuhan muat di negara importir.

    "Selain itu, importir gula juga mengalami kesulitan mendapatkan kapal pengangkut karena adanya protokol kesehatan yang harus diikut di negara asal impor," tuturnya.

    Menurut Wisnu, kondisi tersebut jelas memicu pergeseran pasokan impor GKM sebagai bahan baku GKP yang semula diperkirakan akan masuk di Indonesia pada Maret dan April 2020 menjadi Mei dan Juni 2020. Sehingga memberikan dampak langsung terhadap pemenuhan GKP yang mengakibatkan kurangnya pasokan gula untuk masyarakat pada bulan-bulan tersebut.

    "Pandemi ini juga mengakibatkan adanya pengalihan negara asal impor oleh beberapa pabrik gula yang mendapatkan izin impor ke negara lain yang belum menerapkan lockdown secara ketat seperti Brasil dan negara-negara di Afrika, walaupun waktu tempuh untuk importasi gula menjadi lebih lama," papar Wisnu.

    Hal lain yang menyebabkan kurangnya pasokan gula kristal putih pada saat ini adalah bergesernya musim giling tebu. Biasanya pasokan  dimulai di Maret yang kemudian bergeser menjadi bulan Juni akibat adanya perubahan iklim.

    "Kementerian Perdagangan akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan waktu importasi gula kristal mentah termasuk proses produksi sampai distribusi oleh pabrik gula yang mendapatkan izin tersebut ke pedagang di pasar rakyat atau ritel modern. Sehingga Kementerian Perdagangan dapat menjamin ketersediaan stok dan stabilisasi harga gula nasional," pungkasnya.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id