Luhut Sebut Terlalu Dini Turunkan Harga BBM

    Suci Sedya Utami - 17 Maret 2020 13:14 WIB
    Luhut Sebut Terlalu Dini Turunkan Harga BBM
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto : Medcom.id
    Jakarta: Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai terlalu awal jika pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini di tengah menurunnya harga minyak dunia akibat korona.

    Luhut memahami, jika perang yang terjadi antara Arab Saudi dan Rusia membuat pergerakan minyak semakin tertekan ke level yang lebih rendah. Namun, menurut Luhut perang tersebut tidak akan berlangsung panjang sehingga bisa berpotensi meningkatkan kembali harga minyak.

    "Terlalu awal untuk memprediksi turun BBM. Kalau Saudi dan Rusia damai nanti harganya naik lagi, kita nanti terlalu cepat (mengambil keputusan)," ujar Luhut dalam tayangan yang disiarkan langsung dari akun instagram resmi milik Kemenko Maritim dan Investasi, Senin malam, 16 Maret 2020.

    Pergerakan harga minyak dunia turun secara signifikan pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi karena para pelaku pasar khawatir bahwa penyebaran virus korona yang berkelanjutan akan semakin mengurangi permintaan global untuk minyak mentah.
     
    Mengutip Antara, Selasa, 17 Maret 2020, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun USD3,03 atau 9,6 persen menjadi di USD28,70 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei jatuh USD3,80 atau 11,2 persen menjadi di USD30,05 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Sementara itu PT Pertamina (Persero) menyatakan penurunan harga minyak mentah (crude) di global bukanlah satu-satunya faktor untuk memurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).

    VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan Pertamina terus memantau faktor-fator lain yang mempengaruhi harga BBM seperti pergerakan nilai tukar dan sebagainya.

    "Karena seperti diketahui, penenuan harga produk tidak hanya ditentukan sendiri oleh harga crude," kata Fajriyah kepada Medcom.id.




    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id