Kemendag Jaga Momentum Naiknya Ekspor Makanan Minuman ke Jepang

    Ilham wibowo - 02 Juli 2020 17:15 WIB
    Kemendag Jaga Momentum Naiknya Ekspor Makanan Minuman ke Jepang
    Ilustrasi. Foto:MI/Irwansyah Putra
    Jakarta: Peluang ekspor produk makanan dan minuman (mamin) olahan asal Indonesia di pasar Jepang diproyeksikan meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan kenaikan ekspor kelompok tersebut selama masa pandemi covid-19 yang mencapai 200 persen.

    Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menyampaikan pihaknya terus mendorong pemanfaatan peluang pasar ekspor mamin di Jepang dengan mengajak kalangan pengusaha, baik yang sudah maupun belum melakukan ekspor. Peluang meraih pasar di Jepang akan dibantu KJRI di Osaka, Atase Perdagangan Tokyo dan ITPC Osaka, dan Perwakilan Bank Indonesia di Tokyo.

    "Besarnya pasar mamin di Jepang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Geliat pasar mamin pascapandemi covid-19 di Jepang tentunya membuka peluang ekspor para pelaku usaha Indonesia. Peluang inilah yang perlu digarap dengan serius,” kata Kasan melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Juli 2020.

    Kasan juga mengajak para pelaku UKM untuk terus optimistis. Keadaan sulit menghadapi penanganan pandemi covid-19 diharapkan segera pulih.

    “Kami yakin pelaku UKM tetap optimistis dan menjadikan krisis ini sebagai momentum yang baik untuk melakukan akselerasi sehingga dapat memanfaatkan peluang ekspor ke pasar Jepang secara optimal,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Balai Besar PPEI Noviani Vrisvintati menyampaikan pihaknya mendorong pengetahuan pelaku usaha agar mengerti tata cara menembus pasar ekspor. Produk unggulan juga telah banyak bermunculan dari UMKM.

    “Diharapkan kedepannya dapat berlanjut ke rangkaian penjajakan kesepakatan dagang dan misi dagang virtual dengan menghadirkan buyer potensial agar dapat menghasilkan transaksi dagang bagi para pelaku ekspor, khususnya UKM," ucap Noviani.

    Menurut Noviani, agar mudah menembus pasar Jepang, sejumlah hal yang perlu diperhatikan para pelaku usaha Indonesia. Identifikasi selera pasar di Jepang perlu menjadi fokus utama dan mempersiapkan standardisasi dan sertifikasi berkaitan produk pangan olahan seperti izin BPOM dan HACCP untuk terjamin keamanan produknya.

    "Kemudian menjaga kualitas produk, sanitasi dan higienitas, perlunya uji kandungan nutrisi untuk persyaratan label, kesiapan kapasitas produksi, dan kecepatan merespons permintaan calon buyer," pungkasnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id