Pengerjaan Fasilitas Irigasi Lahan Food Estate Bertahap hingga 2022

    Ilham wibowo - 09 Juli 2020 18:22 WIB
    Pengerjaan Fasilitas Irigasi Lahan <i>Food Estate</i> Bertahap hingga 2022
    Presiden Jokowi meninjau lahan food estate. Foto: Dok. Kementerian Pertanian
    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung titik-titik lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan dan saluran primer induk UPT A5 di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Proyek ini jadi prioritas untuk diimplementasikan pada musim tanam Oktober 2020-Maret 2021.

    Dalam peninjauan ini, Jokowi mendapat penjelasan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait lahan yang akan dikerjakan sebagai proyek pangan nasional itu. Peninjauan sebagai langkah awal dalam proses pengembangan lahan rawa ini dilakukan pemerintah dalam mempercepat upaya untuk mengantisipasi Indonesia dari ancaman krisis pangan, seperti yang telah diperingatkan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

    "Presiden Jokowi menginstruksikan kepada saya untuk mempersiapkan Provinsi Kalimantan Tengah menjadi lumbung pangan. Dengan potensi lahan rawa yang kini dapat menjadi lahan pertanian produktif, kita yakin membangun lumbung pangan di Kalimantan Tengah ini," kata Syahrul melalui keterangan tertulis, Kamis, 9 Juli 2020.

    Program pengembangan food estate di lahan seluas 165 ribu hektare (ha) itu akan melibatkan beberapa Kementerian mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian BUMN, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Desa PDTT.

    Proyek food estate kawasan aluvial pada lahan eks lahan gambut ini memiliki lahan potensial seluas 165 ribu ha. Dari lahan potensial tersebut, seluas 85.500 ha merupakan lahan fungsional yang sudah digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya.

    Kemudian 79.500 ha sisanya sudah berupa semak belukar sehingga perlu dilakukan pembersihan saja tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali dan peningkatan irigasi.

    "Targetnya proyek lumbung pangan ini dapat ditanami pada musim kedua, yakni mulai Oktober 2020 sampai Maret 2021," ucapnya.

    Pemerintah memprioritaskan agar dapat mengejar musim tanam tahun ini dengan tahap awal seluas 28.321 ha. Penanaman di lahan 8.747 ha berada di kawasan eks PLG dan 19.574 ha di luar kawasan eks PLG.

    Adapun sebanyak 19.103 ha lahan yang sudah memiliki irigasi yang baik. Sedangkan 9.218 ha perlu perbaikan irigasi.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan seluruh lahan yang disiapkan dalam program food estate fasilitas irigasinya akan dikerjakan bertahap hingga 2022. Total anggaran yang dibutuhkan untuk sarana penunjang pertanian ini diperkirakan mencapai Rp497,2 miliar.

    "Kami menyiapkan untuk musim tanam besok, Oktober-Maret. Jadi kami (PUPR) memperbaiki saluran irigasinya, beliau dari Kementan menyiapkan semuanya untuk bisa tanam Oktober-Maret," kata Basuki.

    Turut hadir mendampingi Presiden di antaranya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id