SKK Migas Imbau Jurnalis Produktif di Tengah Pandemi

    Medcom - 11 September 2020 16:36 WIB
    SKK Migas Imbau Jurnalis Produktif di Tengah Pandemi
    Ilustrasi SKK Migas. Foto: dok Setkab.
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kalimantan Sulawesi (Kalsul) mengingatkan para jurnalis untuk tetap produktif menjalankan profesi di tengah pandemi covid-19.

    Sosialisasi tersebut digelar melalui web seminar (webinar) untuk para jurnalis yang diselenggarakan Kamis, 10 September 2020. Webinar seri ke-4 dengan tema "Jurrnalis Bertahan di Tengah Pandemi" ini diikuti 100 jurnalis dari Kalimantan dan Sulawesi. Selain jurnalis, sebanyak 78 karyawan SKK Migas Perwakilan Kalsul dan dari 14 KKKS juga  antusias mengikuti webinar.

    "Kami mendukung penuh setiap kegiatan yang akan memberikan kontribusi positif bagi para jurnalis," ujar Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi Syaifuddin saat membuka webinar.

    Dalam webinar yang diselenggarakan atas kerja sama SKK Migas, KKKS, dan Media Academy tersebut, hadir sebagai pembicara adalah Ketua Komisi I DPR RI Meutya V Hafid, Wartawan Senior yang juga Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Suryopratomo, serta Jurnalis TV Amanda Komaling.

    Menurut Suryopratomo, nyaris semua industri terdampak covid19, termasuk industri media dan pers. Namun wartawan bukan humas, sehingga harus tetap kritis tetapi tidak boleh sinis.

    "Meski terdampak covid, pers harus tetap menjalankan fungsi pencerahan. Tidak boleh hanya membuat berita yang disukai dan tidak mau memberitakan sesuatu yang tidak disukai," tambah Tommy, sapaan akrab wartawan senior tersebut.

    Sementara itu Meutya Hafid mengutip survey yang dirilis International Federation of  Journalists (IFJ) terhadap 1.300 orang jurnalis di 77 negara, sebanyak 866 jurnalis lepas dan tetap mengalami pemotongan gaji, kehilangan pekerjaan, dan penundaan gaji selama pandemi covid-19.

    Sementara hasil survei lain yang dilakukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran menunjukkan 45,92 persen wartawan mengalami gejala depresi dan 57,14 persen mengalami kejenuhan umum.

    Menurut Meutya, kompetensi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) wartawan akan berdampak pada kondisi saat ini. "Untuk dapat bertahan saat pandemi covid19, wartawan harus mampu beradaptasi dan inovatif," tegas mantan wartawan televisi tersebut.

    Webinar SKK Migas dan KKKS Kalimantan Sulawesi ini akan digelar sebulan sekali hingga November. Selain webinar, juga digelar lomba karya jurnalistik dengan tema "Road to One Million Barrel" bagi para jurnalis yang mengikuti webinar. Pemenang lomba akan diumumkan saat webinar seri ke-6 pada November 2020.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id