Pembayaran Gaji Tertunda, BUMN PT Inti Bayar Sesuai Kemampuan

    Antara - 10 September 2020 12:41 WIB
    Pembayaran Gaji Tertunda, BUMN PT Inti Bayar Sesuai Kemampuan
    Foto: dok MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta: Perusahaan BUMN di bidang telekomunikasi, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI menyampaikan manajemen tetap berusaha membayarkan gaji sesuai kemampuan dana perusahaan.

    Direktur Utama PT INTI Otong Lip mengemukakan pembayaran gaji karyawan mulai tertunda sejak Mei 2019. Kendati demikian, lanjut dia, pembayaran utang gaji secara bulanan terus dilakukan dan tercatat selama kurun waktu 2020. Setiap bulan ada pembayaran angsuran utang gaji hingga Agustus 2020.

    "Pada Agustus 2020, karyawan menerima angsuran utang gaji untuk Februari 2020 senilai Rp1 juta per pegawai," paparnya, dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Antara, Kamis, 10 September 2020.

    Ia menjelaskan yang melatarbelakangi kondisi tersebut adalah Cash Flow Operation (CFO) dan ekuitas perusahaan yang berada di posisi negatif. Kondisi tekanan keuangan yang cukup berat itu sudah terjadi sejak lima tahun terakhir, terhitung sejak 2014 hingga 2019, dengan laba ditahan pada neraca perusahaan sudah negatif.

    "Salah satu penyebabnya dikarenakan proyek-proyek masa lalu yang dikerjakan oleh perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar. Hal ini terus berlanjut hingga perusahaan memiliki utang non-produktif mencapai 90 persen," jelasnya.

    Pada akhir 2019, lanjut dia, manajemen baru mulai melakukan program transformasi pada lingkup bisnis, keuangan, SDM, dan proses bisnis serta tatakelola perusahaan, sekaligus melakukan restrukturisasi utang dan optimalisasi aset.

    "Hal ini didukung dengan masuknya INTI ke dalam kluster industri telekomunikasi sehingga perusahaan memiliki arah dan fokus bisnis yang lebih jelas dengan lebih memfokuskan pelanggan Telkom Group," katanya.

    Ia menambahkan performa perusahaan pada Januari hingga Agustus 2020 berada dalam kondisi yang mulai membaik. Hal ini ditunjukkan dengan posisi pertumbuhan pendapatan, EBITDA, dan net income, tumbuh secara signifikan, meskipun secara CFO masih negatif karena menanggung utang masa lalu yang cukup besar.

    "Solusi yang tengah dijalankan manajemen saat ini dalam upaya penyehatan perusahaan dilakukan melalui transformasi bisnis dengan memperbesar pola Business to Business (B2B) dengan Telkom Group, transformasi keuangan dengan melakukan restrukturisasi atas utang perseroan dan perolehan dana talangan dari berbagai sumber dengan tetap berpedoman pada kaidah tata kelola perusahaan yang baik (GCG)," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id