Pelaku Ekonomi Harap Nilai Tukar Rupiah Bergerak Stabil

    Media Indonesia.com - 07 Januari 2021 09:02 WIB
    Pelaku Ekonomi Harap Nilai Tukar Rupiah Bergerak Stabil
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Pelaku ekonomi, mulai konsumen hingga investor, mengharapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) cenderung stabil. Hal itu penting karena bisa berdampak positif terhadap iklim investasi dan nantinya berimbas kepada perekonomian Indonesia.

    "Terciptanya stabilitas nilai tukar rupiah dapat memitigasi risiko nilai tukar sehingga berdampak positif dalam mendorong peningkatan investasi,” ujar Ekonom Bank Permata Josua Pardede, dilansir dari Mediaindonesia.com, Kamis, 7 Januari 2021.

    Penguatan kurs rupiah, lanjutnya, juga diyakini akan mendorong minat investasi, baik investasi di pasar modal maupun investasi di sektor riil. Dalam rangka menjaga stabilitas rupiah, Josua mengatakan, pemerintah perlu mengupayakan kebijakan yang mendorong peningkatan kinerja ekspor.

    "Misalnya dengan kebijakan pelonggaran lisensi ekspor, terutama untuk komoditas-komoditas ekspor ke negara-negara yang sudah mengalami pemulihan ekonomi, seperti Tiongkok atau India," jelas Josua.

    Selain itu, tambahnya, Bank Indonesia juga berperan besar dalam mendorong menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan melakukan langkah-langkah stabilisasi, seperti triple intervention di pasar spot, domestic nondeliverable forward, dan pasar surat berharga negara. Pemerintah juga diminta menyiapkan beberapa strategi dalm rangka pendalaman pasar keuangan.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah cenderung stabil. “Nilai tukar rupiah kita ada penguatan cenderung stabil,” ujar Sri Mulyani.

    Kemarin rupiah ditutup menguat 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp13.895 per USD dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp13.915 per USD. Namun, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan pelemahan rupiah akan terjadi pada perdagangan Kamis, 7 Januari, seiring pengumuman adanya pengetatan PSBB di Jawa dan Bali mulai minggu depan.

    Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra juga mengatakan hal serupa. “Namun, pelemahan tidak besar karena di sisi lain indeks dolar AS juga masih melemah,” pungkas Ariston.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id