Widodo Makmur Siap Melepas 35% Saham ke Publik

    Angga Bratadharma - 06 Januari 2021 14:39 WIB
    Widodo Makmur Siap Melepas 35% Saham ke Publik
    Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas’adi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: PT Widodo Makmur Unggas (WMU) berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Perseroan bakal melepas sebanyak-banyaknya 5,9 miliar lembar saham baru ke publik atau setara dengan sebanyak-banyaknya 35 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO.

    Widodo Makmur Unggas menawarkan harga IPO berkisar antara Rp142 sampai Rp200. Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, WMU juga akan melakukan penjatahan saham melalui program alokasi saham pegawai atau Employee Stock Allocation (ESA). Dalam program ini, WMU menjatahkan sebanyak-banyaknya 7,5 persen dari jumlah saham IPO.

    Selain itu, WMO juga memberikan opsi kepemilikan saham oleh manajemen (MSOP) sebanyak-banyaknya satu persen dari portepel IPO. Saat ini, komposisi kepemilikan saham WMU dimiliki oleh PT Widodo Makmur Perkasa (WMP) 90 persen, Warsini lima persen, dan Wahyu Andi Susilo lima persen.

    Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas’adi mengatakan perseroan akan menggunakan dana IPO sebanyak 74,3 persen untuk ekspansi dengan menambah serta memperluas sarana produksi, antara lain untuk pembangunan fasilitas Breeding PS Farm di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kemudian pembangunan fasilitas Layer Commercial Farm di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah; pembangunan fasilitas hatchery di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa; dan pembangunan fasilitas broiler commercial farm di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa.

    "Lalu pembangunan fasilitas slaughterhouse di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat; dan pembangunan fasilitas feedmill di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur," kata Ali, dalam Due Diligence Meeting dan Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham PT Widodo Makmur Unggas, Rabu, 6 Januari 2021.

    Sedangkan sisa dana IPO sebesar 25,7 persen, lanjutnya, akan digunakan untuk modal kerja WMU terutama untuk pembelian bahan baku pada feedmill dan pembelian ayam broiler komersial untuk slaughterhouse. Peningkatan kapasitas produksi akan berdampak terhadap penetrasi pasar yang lebih baik lagi ke depan.

    "Kami optimistis dapat meraih kesuksesan IPO di tengah pandemi covid-19," kata Ali.

    Sesuai rencana, pernyataan pra-efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbit pada 30 Desember 2020. Penawaran umum perdana pada 7 Januari-13 Januari 2021. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan 29 Januari 2021. WMU menunjuk CIMB Niaga Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Samuel Sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters (JLU).
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id