Kemenperin Proyeksikan Sektor Industri Tumbuh 3,95% di 2021

    Nia Deviyana - 29 November 2020 16:54 WIB
    Kemenperin Proyeksikan Sektor Industri Tumbuh 3,95% di 2021
    Ilustrasi industri pengolahan. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi industri pengolahan nonmigas akan mengalami pertumbuhan sebesar 3,95 persen pada 2021. Perkiraan ini dengan asumsi pandemi covid-19 telah dapat dikendalikan dan vaksin tersedia secara bertahap di masyarakat.

    "Ini skenario yang optimistis seiring dengan berjalannya pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah dan berbagai stakeholder," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto melalui keterangan tertulis, Minggu, 29 November 2020.

    Menurut Eko, pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas bakal terus berlanjut hingga triwulan IV-2020 seiring dengan peningkatan ekspor dan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia yang meningkat sejak Oktober 2020.

    "Meski demikian, pertumbuhannya masih akan terkontraksi sekitar 2,22 persen. Capaian tersebut mengalami perbaikan dari angka sebelumnya," ujarnya.

    Adapun subsektor yang mendukung perbaikan kinerja manufaktur nasional selama masa pandemi saat ini antara lain adalah industri farmasi, produk, obat kimia dan obat tradisional, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, industri logam dasar, serta industri makanan.

    "Sementara untuk 2021, kami optimistis seluruh subsektor industri pengolahan nonmigas sudah membaik sehingga mampu mendorong pertumbuhan secara keseluruhan yang lebih tinggi lagi," tutur Eko.

    Hal senada disampaikan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri, yang memprediksi hampir semua sektor industri pengolahan nonmigas akan mengalami pemulihan pada 2021.

    “Hampir semua bisa tumbuh lebih tinggi, tapi yang penting adalah industri farmasi, baik untuk manusia dan hewan. Sehingga kita nanti ongkosnya turun, peternakan kita bagus, unggas kita juga bagus, karena ketergantungannya makin turun," paparnya.

    Lanjut Faisal, industri makanan dan minuman juga termasuk sektor yang tetap tumbuh positif di tengah pandemi covid-19 karena produk dari industri tersebut merupakan barang konsumsi yang tetap dibutuhkan masyarakat.

    "Selanjutnya, yakni industri otomotif, yang memang pada dasarnya sudah kuat dan tinggal menunggu waktu untuk pulih," terangnya.

    Eko menambahkan, investasi industri manufaktur bisa menjadi penopang pemulihan ekonomi nasional pada 2021. Investasi industri manufaktur pada tahun depan diproyeksi tumbuh sebesar 22 persen atau mencapai Rp323,56 triliun.

    Kemenperin mencatat, investasi sektor manufaktur pada Januari-September 2020 tumbuh 37,1 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

    "Ini membuktikan bahwa investasi sektor industri tak terpengaruh oleh pandemi covid-19," tegasnya.

    Investasi terbesar disumbangkan oleh industri logam dasar, barang logam, dan bukan mesin sebesar Rp69,79 triliun, kemudian disusul industri makanan Rp40,53 triliun, serta industri kimia farmasi Rp35,63 triliun.

    Meski terhantam pandemi, menurut Eko, industri manufaktur menjadi sektor ekonomi yang strategis. Hal itu tampak dari kontribusi sektor pengolahan nonmigas terhadap produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 17,9 persen, terbesar dibanding sektor lainnya.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id