Bio Farma Bakal Terima Bibit Vaksin dari Eijkman Bulan Depan

    Husen Miftahudin - 23 Februari 2021 13:03 WIB
    Bio Farma Bakal Terima Bibit Vaksin dari Eijkman Bulan Depan
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pemerintah saat ini sedang fokus mempersiapkan vaksin Merah Putih, bekerja sama dengan lima universitas dan dua lembaga. Dari sisi timeline, progres yang lebih maju dilakukan oleh Lembaga Eijkman.

    Kata Erick, lembaga penelitian biologi molekuler di bawah naungan Kementerian Riset dan Teknologi itu ditargetkan akan memberikan seed vaccine (bibit vaksin) Merah Putih ke PT Bio Farma (Persero) pada akhir kuartal I-2021.




    "Alhamdulillah dari kabar terakhir Eijkman akan mem-push untuk memberikan bibit vaksin kepada Bio Farma sesuai dengan target kuartal I-2021 ini. Jadi pada Maret ini kita harapkan bisa on time," ujar Erick dalam seminar virtual The Indonesia 2021 Summit: The Future is Now, Leading in The Era of Disruptions yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Medcom.id, Selasa, 23 Februari 2021.

    Selanjutnya, Bio Farma akan melakukan proses pengembangan lebih lanjut sampai proses produksi menjadi vaksin jadi. Termasuk melakukan uji praklinis pada hewan.

    Tahap berikutnya, vaksin tersebut akan diuji klinis fase 1-3 pada subjek manusia, bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran yang memiliki kualifikasi Good Clinical Practice (GCP) di Indonesia. Jika semuanya berjalan lancar, barulah vaksin Merah Putih bisa diproduksi.

    "Ini perlu waktu. Tentu uji klinis 1, 2, 3 yang diprediksi kalau semua berjalan lancar kita bisa mulai memproduksi vaksin sendiri, vaksin Merah Putih di kuartal I-2022," harapnya.

    Jika target ini berjalan sesuai rencana, maka pemerintah tak perlu banyak mengimpor vaksin covid-19 untuk tahun depan. Adapun untuk tahun ini pengadaan vaksin covid-19 dari luar negeri sebanyak 344 juta dosis.

    Jumlah tersebut ditambah dengan 20 juta dosis yang diperuntukkan sebagai vaksin Gotong Royong, vaksin yang diberikan khusus oleh perusahaan kepada para pekerjanya. Sehingga total pengadaan vaksin mencapai sebanyak 364 juta dosis.

    Jumlah tersebut setara dengan pemberian vaksin kepada 70 persen populasi masyarakat Indonesia saat ini, karena setiap orang membutuhkan dua suntikan vaksin. Erick menargetkan ke-70 persen populasi Indonesia yang berhak mendapat suntikan vaksin tersebut terealisasi Februari 2022.

    "Jadi kalau untuk vaksin 2021 sudah secure (diamankan), pemerintah sekarang sedang memikirkan cara pengadaan vaksin di 2022 yang disejalankan dengan penemuan vaksin Merah Putih. Kalau vaksin Merah Putihnya ditemukan lebih awal, tentu pengadaannya (vaksin untuk tahun depan) tidak perlu sebanyak tahun ini," tutup Erick.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id