Kunci Bisnis Kembali Rebound Usai Covid-19

    Ade Hapsari Lestarini - 07 Oktober 2020 15:05 WIB
    Kunci Bisnis Kembali <i>Rebound</i> Usai Covid-19
    Pakar marketing dunia sekaligus Founder & Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya. Foto: dok MarkPlus.
    Jakarta: Pandemi membuat performa banyak industri menurun. Namun tidak sedikit juga yang bisa memanfaatkan peluang sehingga tumbuh di masa krisis. Tapi apapun itu, baik tumbuh positif maupun negatif, setiap bisnis harus bersiap menghadapi post covid-19. Terutama di kuartal empat 2020, dan lebih jauh lagi di 2021.

    Demikian disampaikan pakar marketing dunia sekaligus Founder & Chairman MarkPlus, Inc Hermawan Kartajaya dalam webinar bertajuk Post-Normal Agenda: 2021 & Beyond, Selasa, 6 Oktober 2020.

    "Ada yang turun tapi ada juga yang tumbuh. Namun tetap harus ada rencana yang diaktualisasikan. Kapan? Sekarang ini, di kuartal keempat 2020. Inilah momentum tepat untuk merealisasikan rencana yang sudah dibuat dari kuartal dua dan tiga," ungkap Hermawan.

    Menurutnya sekarang cukup dua strategi saja agar bisnis bertahan dan tumbuh, yaitu near cash 2020 dan near future 2021. Near cash artinya memaksimalkan revenue, terutama di kuartal empat. Agar menjadi amunisi di 2021 yang harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk bangkit kembali post covid-19.

    "Maksimalkan pemasukan di akhir tahun. Carilah kesempatan sebanyak-banyaknya. Agar masuk 2021 atau near future, kita punya modal untuk rebound. Harus digas dan jangan ikut pesimistis. Selalu optimistis," sambungnya dalam webinar yang dihadiri hampir 1.400 audiens via aplikasi Zoom.

    Hermawan melihat ada dua perbedaan mendasar pada 2020 dan 2021. Di 2020 ketika pandemi mulai merebak, masyarakat lebih memiliki perasaan takut atau fear. Namun di 2021, masyarakat justru akan lebih memiliki harapan atau hope. Harapannya di masa depan pandemi mulai perlahan hilang dan semua aspek termasuk ekonomi membaik.

    Perbedaan lainnya adalah di 2020 pemerintah banyak menggelontorkan bantuan termasuk untuk pengusaha atau dengan kata lain relief. Supply side banyak didorong agar bisnis lokal tidak mati. Sementara di 2021 harus mulai recovery dengan meningkatkan demand side. Hermawan melihat peluang tersebut karena diprediksi masyarakat akan mulai membelanjakan uang mereka kembali, atau ada peningkatan consumer spending.

    Termasuk 2020 yang disebut masa resesi, Hermawan yakin di 2021 akan mulai rebound. Sehingga masyarakat yang tadinya pesimistis di 2020 akan mulai optimistis memasuki 2021.

    "Ini yang harus jadi peluang. Di masa fear bisnis masker melonjak, karena ketakutan masyarakat akan pandemi dilihat sebagai kesempatan. Nah, di 2021 jualah produk yang bernilai optimistis, yang menunjukkan harapan," jelas Hermawan.

    Selain itu, tambah dia, 2020 menjadi tahun yang serba digital, mulai dari produk, jasa, sampai meeting kantoran, akan kembali beranjak offline. Platform online tidak akan hilang, namun masyarakat akan menggabungkannya dengan offline. Satu hal lagi yang akan menjadi pembeda adalah market atau pasar.

    Bila sebelum krisis perputaran produk dan jasa bisa sampai ke pasar yang luas termasuk ke luar negeri, kini menjelang 2021 akan lebih banyak pengusaha fokus kepada pasar lokal. Hermawan menyebutnya sebagai deglobalisasi.

    "Makanya sekarang biar pasar mengecil, harus lebih fokus. Faktor-faktor pembeda tadi harus menjadi driver utama untuk mempelajari target market dengan lebih baik lagi. Manfaatkan peluang agar bisa kembali recovery dan rebound mulai 2021 dan seterusnya. Pandemi tidak akan selesai pada 31 Desember 2020, tapi saya yakin setiap pergantian tahun akan disambut optimistis. Ingat kuncinya, near cash dan near future," tutup Hermawan.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id