Menkop Teten: Pernyataan Presiden Bukan Berarti Antiimpor

    Ade Hapsari Lestarini - 05 Maret 2021 10:19 WIB
    Menkop Teten: Pernyataan Presiden Bukan Berarti Antiimpor
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: dok Kemenkop UKM.



    Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menuturkan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan berarti antiimpor. Jokowi sebelumnya sempat menggaungkan slogan benci produk luar negeri.

    Faktanya, lanjut dia, selama ini kebijakan impor juga tidak menghambat merek asing untuk masuk. Dalam sambutannya pun Presiden menyampaikan bahwa Indonesia bukan bangsa yang menyukai proteksionisme. Sejarah membuktikan bahwa proteksionisme justru merugikan.






    "Tetapi kita juga tidak boleh menjadi korban unfair practices dari raksasa digital dunia. Transformasi digital adalah win-win solution bagi semua pihak," tegas Teten, dikutip dari laman Kementerian Koperasi dan UKM, Jumat, 5 Maret 2021.

    Menurut Teten, keinginan Presiden agar produk lokal mendapat tempat lebih baik adalah praktik yang wajar dilakukan pemerintah di semua negara. Sebab, tidak banyak merek lokal yang sanggup bersaing secara setara dengan merek global dengan dukungan sumber daya yang tidak seimbang.

    Misalnya kebijakan di Korea Selatan yang mendongkrak produktivitas produk lokalnya mulai 1970-an dengan memberikan pinjaman murah dan perlindungan persaingan pasar kepada jaringan-jaringan bisnis keluarga yang disebut Chaebol.

    Baca: Ini Pemicu Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing

    Selain itu pascakrisis ekonomi pada 2008, saat itu Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga mengeluarkan kampanye "Buy American" untuk menyelamatkan industri domestik. Saat itu pemerintah AS mendorong warganya untuk membeli produk domestik, menggunakan bahan baku lokal dalam pengadaan pemerintah, serta memberlakukan restriksi tarif produk luar negeri.

    "Membela produk UMKM harus dilakukan dengan pilihan kata-kata yang tajam biar semua orang jadi tersadar bahwa kita harus bangga dengan hasil karya anak bangsa sendiri," ujar Teten.

    Presiden Jokowi sebelumnya menginstruksikan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mulai menggaungkan slogan 'Benci Produk Luar Negeri'. Hal tersebut harus dilakukan agar barang-barang lokal bisa berjaya di negeri sendiri.

    "Gaungkan ajakan untuk cinta produk sendiri. Gaungkan juga benci produk luar negeri. Jadi, bukan hanya cinta melainkan juga benci. Cinta barang kita, benci produk luar negeri," ujar Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan di Istana Negara, dilansir dari Mediaindonesia.com, Kamis, 4 Maret 2021.

    Selama ini, ia melihat seringkali produk dalam negeri kalah bersaing dari produk impor. Padahal, dari segi kualitas, barang-barang buatan anak bangsa juga sudah sangat baik.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id