Jaga Daya Beli, Tarif Listrik Tak Naik di Januari-Maret 2021

    Suci Sedya Utami - 04 Desember 2020 17:21 WIB
    Jaga Daya Beli, Tarif Listrik Tak Naik di Januari-Maret 2021
    Ilustrasi petugas PLN. Foto: dok MI.



    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif tenaga listrik periode Januari-Maret 2021 untuk 13 pelanggan nonsubsidi per 1 Januari-31 Maret 2021 tidak mengalami perubahan atau tetap.

    Demikian juga dengan tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya tidak mengalami perubahan, besaran tarifnya tetap. Untuk 25 golongan pelanggan ini tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan kategori Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.






    Pemerintah memberikan perlindungan sosial atas dampak covid-19 melalui pemberian diskon tarif tenaga listrik untuk rumah tangga 450 volt ampere (VA) dan 900 VA bersubsidi, serta pelanggan bisnis kecil 450 VA dan industri kecil 450 VA.

    "Meskipun terdapat perubahan parameter ekonomi makro tiga bulan terakhir, Pemerintah menetapkan tidak ada perubahan tarif listrik, baik bagi pelanggan listrik subsidi maupun pelanggan nonsubsidi," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, Jumat, 4 Desember 2020.

    Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero) menyatakan bapabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi (kurs, Indonesian Crude Price/ICP, inflasi, dan Harga Patokan Batubara/HPB), yang dihitung secara tiga bulanan yntuk periode triwulan I menggunakan realisasi Agustus-Oktober 2020, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tariff adjustment).

    Pada Agustus-Oktober 2020 terdapat perubahan parameter ekonomi makro rata-rata per tiga bulan, dengan realisasi kurs sebesar Rp14.773,87 per USD, ICP sebesar USD39,04 per barel, inflasi sebesar -0,01 persen dan HPB sebesar Rp651,72 per kg.

    "Tidak naiknya besaran tarif tenaga listrik ini tentunya memberikan kepastian kepada berbagai kelompok masyarakat dan menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas dan pemulihan ekonomi nasional," tutur Agung.

    Tarif listrik pelanggan nonsubsidi, untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500-5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis dengan daya 6.600-200 kVA, pelanggan pemerintah dengan daya 6.600-200 kVA, dan penerangan jalan umum, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp1.444,70/kWh. Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp1.352/kWh.

    Pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya >200 kVA, dan layanan khusus, besaran tarifnya tetap sebesar Rp1.114,74 per kWh. Sedangkan bagi pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan oleh industri dengan daya lebih besar sama dengan 30 ribu kVA ke atas, tarif juga tidak mengalami perubahan yaitu Rp996,74 per kWh.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id