Alasan PLTN Jadi Opsi Terakhir Energi Terbarukan di Indonesia

    Suci Sedya Utami - 15 Oktober 2020 14:52 WIB
    Alasan PLTN Jadi Opsi Terakhir Energi Terbarukan di Indonesia
    Ilustrasi energi nuklir. Foto: AFP
    Jakarta: Pemerintah menempatkan nuklir sebagai pilihan terakhir sebagai sumber energi dalam menopang pembangkit listrik di Tanah Air. Meski termasuk dalam kategori sumber energi terbarukan, namun pemerintah belum memprioritaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

    Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan pemerintah lebih memprioritaskan untuk mengembangkan sumber energi baru terbarukan lainnya yang masih berlimpah.

    Ia bilang, Indonesia memiliki semua sumber energi baru terbarukan, salah satunya yang dari di bawah tanah yakni berupa panas bumi. Sebagai salah satu negara dengan jumlah gunung api terbanyak, membuat potensi panas bumi yang dimiliki Indonesia menjadi yang terbesar di dunia.

    Kemudian Indonesia juga memiliki sumber energi air, biomassa, angin, hingga matahari. Apalagi sebagai negara tropis, Indonesia merupakan negara yang dilewati sinar matahari dengan intensitas tinggi. Rida bilang semua sumber energi tersebut masih banyak yang belum didayagunakan.

    "Ada pemikiran kalau nuklir masuk takutnya anugerah sumber energi itu enggak termanfaatkan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, pemerintah menempatkan nuklir jadi pilihan terakhir," kata Rida dalam sebuah webinar, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Selain itu, ia bilang pemerintah juga mempertimbangkan pandangan masyarakat yang masih keberatan dan menolak pembangunan dan pengembangan PLTN. Saat ini, masih ada pemikiran di masyarakat bahwa nuklir berkorelasi dengan bom atom yang terjadi di Hiroshima, sehingga membuat ketakutan akan terjadi hal yang sama jika dibangun di Indonesia.

    Padahal, di sektor lain seperti kesehatan serta pertanian maupun perkebunan, nikel juga sudah lama digunakan dan aman. Selain itu, lanjut Rida, sebenarnya banyak investor yang telah menyatakan minat untuk membangun PLTN di Indonesia.  

    "Kita juga sudah kedatangan banyak proposal dari luar negeri, dari negara-negara lain yang menawarkan ke kita agar kita bangun PLTN," pungkas Rida.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id