Ke Tiongkok, Erick Pastikan Investasi CATL USD5 Miliar di Proyek EV Battery Tepat Waktu

    Suci Sedya Utami - 02 April 2021 19:15 WIB
    Ke Tiongkok, Erick Pastikan Investasi CATL USD5 Miliar di Proyek EV <i>Battery</i> Tepat Waktu
    Menteri BUMN Erick Thohir, Menlu Retno Marsudi, dan Mendag M. Lutfi saat bertandang ke Tiongkok. Foto: dok KBRI Beijing.



    Wuyi: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah melakukan kunjungan kerja ke Wuyi, Provinsi Fujian, Tiongkok bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan M. Lutfi.

    Dalam lawatan tersebut, terdapat 14 pertemuan yang salah satunya membahas mengenai proyek electric vehicle (EV) battery atau industri baterai kendaraan bermotor listrik. Erick ingin memastikan proyek besar senilai USD13,4 miliar hingga USD17,4 miliar tersebut bisa berjalan tepat waktu.






    Indonesia telah membentuk konsorsium atau holding BUMN Indonesia Battery Company (IBC) yang berisikan MIND ID, PT Antam, PT Pertamina, dan PT PLN untuk mengembangkan ekosistem EV battery. Nantinya konsorsium tersebut akan bekerja sama membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan berbagai perusahaan. Salah satunya CBL dari Tiongkok yang dipimpin oleh Contemporary Amperex Technology Co, Limited (CATL). Perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini bakal investasi di sisi hulu dengan nilai kurang lebih USD5 miliar.

    "Rapat dengan EV battery konsorsium PLN, Pertamina, MIND ID, dan Inalum dengan perusahaan besar CATL dan CBL dengan total investasi kurang lebih USD5 miliar yang ingin dipastikan keberlanjutan partnership ini bisa berjalan on time bahkan bisa dipercepat," kata Erick dalam konferensi pers daring, Jumat, 2 April 2021.

    Erick juga mengatakan apabila dalam praktiknya di lapangan terdapat kesulitan, pihaknya didukung oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memastikan penyelesaian hambatan investasi tersebut.

    Dalam peta jalan pengembangan industri baterai dan energy storage system (ESS) Indonesia tertuang bahwa sejak 2020, telah dilakukan seleksi calon mitra yang nantinya akan menjadi bersama-sama masuk dalam struktur JV dengan IBC dan akan berbagi beban investasi.

    Di seleksi tersebut terdapat tujuh perusahaan yang memenuhi kriteria yakni memiliki jejak global dan memiliki rencana ekspansi bisnis; memiliki kekuatan finansial dan investasi di bidang baterai; serta memiliki reputasi merek yang baik dan memiliki hubungan dengan perusahaan original equipment manufacturer (OEM). Salah satunya yang memenuhi kriteria yakni CATL.

    Setelah itu, di 2021 merupakan tahun untuk menyiapkan infrastruktur charging berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Saat ini telah ada 32 titik SPKLU pada 22 lokasi dan 33 SPBKLU pilot project.

    Kemudian di 2022-2023 OEM atau perusahaan manufaktur EV diharapkan mulai beroperasi di Indonesia. Pada 2024 pabrik atau smelter nikel dengan metode High Pressure Acid Leach (HPAL) mulai beroperasi. Demikian juga pabrik prekursor dan katoda mulai beroperasi.

    Selanjutnya di 2025 pabrik cell to pack mulai beroperasi. Beranjak ke 2026 dalam peta jalan tersebut, ibu kota baru ditargetkan akan 100 persen mengadopsi EV Battery.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id