Setahun Jokowi-Ma'ruf

    Sempat Mengerut, Tren Ekspor Sejak Dihantam Pandemi Mulai Rebound

    Media Indonesia.com - 21 Oktober 2020 13:57 WIB
    Sempat Mengerut, Tren Ekspor Sejak Dihantam Pandemi Mulai <i>Rebound</i>
    Kegiatan ekspor impor di Tanjung Priok. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
    Jakarta: Surplus neraca dagang Indonesia pada September kemarin merupakan surplus bulanan ketujuh kalinya sepanjang 2020. Serta melanjutkan tren surplus lima bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Bahkan, pada Agustus, neraca dagang sempat mencatat surplus terbesar sejak 2011.

    "Tren ekspor yang sempat mengerut sejak dihantam pandemi mulai kembali berbalik di Juni, dan terus tumbuh secara bulanan hingga September meski sempat diselingi penurunan tipis di Agustus," jelas Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi, dikutip dari Mediaindonesia.com, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Menurut dia tren impor barang modal dan penjualan semen juga selaras dengan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Ini mulai menunjukkan tren perbaikan, serta mulai menanjaknya data sentimen positif dari lebih dari 10 juta data poin yang dikelolanya.

    Menggeliatnya industri dan perdagangan

    Direktur Eksekutif Next Policy ini menambahkan, prestasi yang paling tampak, dari setahun pertama kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin ialah menggeliatnya industri dan juga perdagangan. Hal tersebut menjadi sesuatu yang selama ini menjadi momok bagi perekonomian Indonesia.

    "Sebagaimana penelitian dari Nurunnisa dan Hastiadi (2018), rupiah yang seperti terus-menerus dirongrong depresiasi ialah ganjaran dari buruknya kinerja ekspor di periode pertama kabinet Jokowi," tambahnya.

    Padahal, untuk bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah, pertumbuhan ekonomi harus berada dalam rentang enam persen hingga 6,5 persen, hingga 2030 nanti. Ini hanya bisa terjadi jika pertumbuhan ekspor tahunan bisa berada di level sekitar sembilan persen.

    Tren ini sepertinya akan bisa terus berlanjut mengingat adanya efek relokasi (relocation effect) selama pandemi. Selama beberapa bulan terakhir, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa konsisten naik.

    Dia menuturkan hal ini terjadi karena negara-negara tersebut ingin menjadikan ASEAN sebagai hub produksi baru, dengan Indonesia ialah salah satu yang juga cukup dilirik.

    "Efek relokasi inilah yang seirama dengan pidato Jokowi pada 16 Agustus lalu, yaitu Indonesia justru bisa membajak pandemi untuk kepentingan bangsa. Peluangnya ada meski tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id