Ada 151 Ribu Rekening Bermasalah dalam Bantuan Subsidi Gaji Termin II

    Insi Nantika Jelita - 17 November 2020 08:02 WIB
    Ada 151 Ribu Rekening Bermasalah dalam Bantuan Subsidi Gaji Termin II
    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (kanan). Foto: Medcom.id.
    Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) termin kedua untuk para penerima yang masuk dalam tahap (batch) III Senin, 16 November 2020. Namun ada ratusan ribu rekening pekerja yang bermasalah.

    "Terdapat rekening yang tidak sesuai NIK dan rekening yang tidak terdaftar di kliring. Jumlahnya rekening bermasalah ini mencapai 151 ribu rekening," jelas Menteri Ketanagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam keterangan resminya, dikutip dari Mediaindonesia.com, Selasa, 17 November 2020.

    Menaker berharap masyarakat yang merasa berhak mendapat subsidi upah namun masih terkendala, untuk segera berkomunikasi dengan manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan agar datanya dapat diperbaiki. Bantuan tunai sebesar Rp1,2 juta per dua bulan diberikan ke pekerja yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta.

    "Karena sumber datanya dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga penyelesaian data ini harus dikoordinasikan dengan mereka juga. Barulah nanti BPJS Ketenagakerjaan akan menyampaikan koreksi kepada Kemenaker," papar Ida.

    Pada batch III ini, Kemenaker menyalurkan subsidi gaji/upah kepada 3.149.031 pekerja/buruh dengan anggaran mencapai Rp3,77 triliun. Ida menjelaskan, dengan disalurkannya tahap III, secara keseluruhan pada termin kedua ini Kemenaker telah menyalurkan subsidi upah kepada 8.042.847 pekerja/buruh.

    Sebelumnya, pada tahap I, Kemnaker menyalurkan subsidi upah kepada 2.180.382 orang. Lalu, pada tahap II disalurkan kepada 2.713.434 pekerja. Adapun Jumlah anggaran yang untuk ketiga tahap pada termin kedua ini mencapai Rp9,65 triliiun.

    "Hari ini, termin kedua subsidi upah untuk tahap III kembali disalurkan. Sesuai dengan komitmen yang telah kami sampaikan sebelumnya, proses penyaluran subsidi gaji/upah kami percepat karena datanya mengacu pada para penerima di termin I yang lalu yang sudah clear and clean," jelas Ida.

    Ia menambahkan, dilihat dari realisasi sementara penyaluran subsidi upah termin kedua, tahap I telah tersalurkan kepada 844.083 pekerja/buruh atau 38,71 persen. Sedangkan tahap II telah tersalurkan kepada 685.427 pekerja/buruh atau 25,26 persen.

    Jumlah anggaran yang sementara tersalurkan dari tahap I dan II sebesar Rp1,8 triliun. Adapun, laporan sementara dari Bank penyalur per 15 November kemarin, realisasi penyaluran untuk termin kedua secara total tahap 1 dan tahap 2, sudah mencapai 1,5 juta orang.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id