comscore

Simplifikasi Cukai Rokok Dinilai Rugikan Petani Tembakau dan Pelaku Industri

Husen Miftahudin - 22 Juni 2022 12:53 WIB
Simplifikasi Cukai Rokok Dinilai Rugikan Petani Tembakau dan Pelaku Industri
Ilustrasi buruh tembakau. Foto: AFP/Juni Kriswanto.
Jakarta: Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Firman Subagyo menilai upaya menyederhanakan penarikan cukai atau simplifikasi cukai rokok merupakan skenario perusahaan asing besar yang justru ingin mematikan industri rokok di Tanah Air.

"Harusnya negara hadir untuk melindungi industri rokok nasional sekaligus juga melindungi petani tembakau dan buruh industri rokok dengan menolak keinginan simplifikasi cukai rokok," ujar Firman, dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 Juni 2022.
Firman yang juga anggota DPR menuturkan, jika industri rokok nasional mati, maka dari mana pemerintah dapat mencari sumber pendapatan negara yang selama ini disumbang dari cukai rokok yang mencapai Rp178 triliun setiap tahunnya.

Apalagi industri tersebut menciptakan lapangan pekerjaan bagi sekitar lima sampai tujuh juta buruh Sementara mengalihkan profesi petani tembakau dan buruh industri rokok ke sektor lain bukanlah pekerjaan mudah.

Firman menjelaskan, saat ini salah satu perusahaan asing tengah merekrut orang-orang Indonesia untuk melobi berbagai instansi pemerintah. Tujuannya, agar kebijakan simplifikasi cukai yang hanya menguntungkan satu perusahaan asing tersebut disetujui pemerintah.

Ia pun mengingatkan para pejabat negara agar tidak terpengaruh lobi perusahaan asing yang ingin kebijakan simplifikasi segera diterapkan. Pemerintah harus melindungi industri rokok dan tembakau nasional. Sekaligus juga melindungi buruh industri rokok dan para petani tembakau.

"Ada grand scenario perusahaan asing untuk mematikan industri dalam negeri lewat simplifikasi cukai rokok. Ini yang bahaya. Kalau seperti itu, di mana kehadiran negara untuk melindungi warga dan melindungi industri rokok nasional? Negara harus melindungi industri rokok nasional beserta buruh dan petani tembakaunya," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Firman Subagyo juga membantah jika ada pendapat atau wacana yang menyebutkan bahwa kebijakan simplifikasi cukai rokok adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Jika pemerintah peduli pada kesehatan masyarakat, pemerintah harus membatasi produksi kendaraan bermotor dan mengawasi keluarnya gas buang yang mengotori udara dan lingkungan yang membuat kesehatan masyarakat terganggu.

Firman Subagyo menyesalkan adanya perusahaan rokok nasional yang besar membiarkan perusahaan rokok asing yang terus berupaya memaksakan agar simplifikasi diterapkan di Indonesia. Padahal jika simplifikasi itu jadi diterapkan di Indonesia, maka menurutnya akan mematikan industri rokok nasional dan hanya satu perusahaan rokok asing saja yang eksis.

Sehingga terjadi monopoli industri dan perdagangan produk tembakau di Indonesia. Padahal, praktek monopoli maupun oligopoli sangat dilarang di Indonesia.

"Harusnya, industri rokok kecil, menengah, dan besar bersatu untuk melawan industri rokok asing yang terus memaksakan penerapan kebijakan simplifikasi cukai rokok," harap Firman.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id