Krakatau Steel Diyakini Punya Jurus untuk Hindari Kebangkrutan

    Angga Bratadharma - 06 Desember 2021 17:20 WIB
    Krakatau Steel Diyakini Punya Jurus untuk Hindari Kebangkrutan
    Ilustrasi. FOTO: Krakatau Steel



    Jakarta: Komisaris Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) Roy Maningkas meyakini PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memiliki sejumlah rencana untuk menyelamatkan diri dari ancaman kebangkrutan. Sedangkan Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan Krakatau Steel bakal bangkrut pada 31 Desember jika tidak ada langkah antisipasi.

    Roy mengatakan untuk menyelesaikan kewajiban Krakatau Steel kepada sejumlah krediturnya maka perusahaan telah memiliki sejumlah rencana termasuk melepas kepemilikan saham di KSI hingga 40 persen. Diharapkan langkah yang dimiliki bisa efektif mengatasi ancaman kebangkrutan.

     



    "Saya pernah menjadi komisaris di Krakatau Steel dan sekarang di subholding KSI. Saya percaya dan yakin, Krakatau Steel tidak seburuk yang disampaikan," kata Roy, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 6 Desember 2021.

    Akan tetapi, lanjut Roy, belakangan muncul permintaan agar penjualan KSI hingga sampai 70 persen saham sampai 2023. Hal ini, tambahnya, yang justru akan merugikan Krakatau Steel sebagai pemegang saham mayoritas. Karena KSI merupakan aset penting dan cash cow dari Krakatau Steel. Bahkan saat ini sekitar 50 persen EBITDA Krakatau Steel berasal dari KSI.

    Penyelamatan Krakatau Steel

    Sebelumnya saat di Komisi VI DPR, Menteri BUMN Erick Thohir, mengatakan untuk penyelamatan Krakatau Steel ada tiga langkah. Masalahnya, kata Erick, langkah ketiga ini macet. Ada dua restrukturisasi yang harus dijalankan Krakatau Steel dan satu negosiasi ulang dengan Posco terbilang tidak mudah.

    "Tapi memang salah satunya yang sekarang ini krusial, kalau ketiga gagal, kedua gagal, dan pertama gagal maka Desember ini (Krakatau Steel) bisa default," kata Erick.

    Erick mengungkapkan bahwa kemungkinan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority alias INA akan berinvestasi di Krakatau Steel. "Salah satunya sebenarnya kita mengundang, ini bukan jeruk makan jeruk ya, INA untuk berinvestasi. INA sebenarnya kan kita juga untuk investasi, sehingga barangnya tidak lari ke luar," pungkas Erick.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id