Indonesia Dukung Tiga Isu Prioritas Ketenagakerjaan di Forum G20

    Suci Sedya Utami - 03 Juni 2021 15:15 WIB
    Indonesia Dukung Tiga Isu Prioritas Ketenagakerjaan di Forum G20
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani



    Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendukung tiga isu prioritas yang disampaikan Presidensi Italia pada forum 4th Employment Working Group (EWG) G20. Ketiga isu prioritas tersebut dinilai sejalan dengan target Indonesia dalam memulihkan ekonomi akibat pandemi covid-19.

    Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, menjelaskan G20 di bawah pandangan Presidensi Italia memiliki konsentrasi untuk secepatnya memulihkan kondisi ekonomi dunia akibat pandemi covid-19. Untuk itu, negara-negara dunia, khususnya anggota G20, harus memprioritaskan tiga isu utama yaitu menciptakan pekerjaan lebih banyak, lebih baik, dan bergaji sama bagi perempuan; sistem perlindungan sosial di dunia kerja yang terus berubah; serta pola kerja, organisasi bisnis, dan proses produksi di era digitalisasi.

     



    "Kami mendukung tiga isu prioritas yang disampaikan Presidensi Italia, karena hal ini sejalan dengan apa yang kita upayakan dalam menangani dampak pandemi covid-19 di Indonesia," kata Anwar dalam keterangan resmi, Kamis, 3 Juni 2021.

    Anwar menjelaskan, melalui Annex-1, Presidensi Italia menyampaikan peta jalan (roadmap) menuju pekerjaan yang lebih banyak, lebih baik, dan lebih setara bagi perempuan. Peta jalan ini diyakini mampu melampaui Target Brisbane.

    "Jadi memang tiga isu prioritas itu sangat penting untuk dibahas, termasuk soal gender yang selama ini menjadi concern kita,” ucap dia.

    Kemudian pada Annex-2 berupa prinsip kebijakan G20 untuk memastikan akses ke perlindungan sosial yang memadai bagi semua orang di dunia kerja yang terus berubah. Anwar mengatakan, Annex-2 ini sejalan dengan Indonesia yang telah memberlakukan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang menawarkan pelindungan sosial berupa Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

    "Dunia usaha dan industri berubah begitu dinamis. Oleh karenanya, harus ada jaminan perlindungan sosial yang memadai bagi para pekerja atau buruh," tutur Anwar.

    Terakhir, Annex-3 yang mencakup prinsip-prinsip panduan untuk pengaturan kerja dan platform kerja jarak jauh. Platform ini diperlukan mengingat era digitalisasi dan pandemi covid-19 telah mempercepat disrupsi ekonomi.

    "Dalam Annex-3 ini dibahas tentang pekerjaan jarak jauh dan platform pekerjaan yang saat ini langkah dan kebijakannya sedang mulai ditetapkan secara global di berbagai negara," jelas dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id