Raker Komisi IV DPR, Mentan: Realisasi Produksi Pangan Meningkat

    M Studio - 10 Juni 2021 11:36 WIB
    Raker Komisi IV DPR, Mentan: Realisasi Produksi Pangan Meningkat
    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (Foto:MI/Susanto)



    Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebutkan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) selama ini telah termanfaatkan dengan baik. Realisasi produksi sejumlah komoditas pangan utama pada tahun 2020 mengalami peningkatan, bahkan melampaui target.  

    Hal itu disebutkan Mentan Syahrul saat menghadiri Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021.

     



    "Capaian produksi padi tahun 2020 mencapai 54,65 juta ton, lebih tinggi 0,09 persen daripada produksi tahun 2019,” kata Mentan Syahrul.

    Beberapa produksi komoditas pangan lainnya seperti jagung, bawang merah, cabai, dan daging sapi/kerbau realisasinya pun melampaui target. Produksi jagung 23,09 juta ton atau 101 persen, produksi bawang merah 1,81 juta ton atau 113 persen, produksi cabai 2,77 juta ton atau 105 persen, dan produksi daging sapi/kerbau mencapai 0,54 juta ton atau 132 persen. 

    Tak hanya itu, program akselerasi ekspor yang dilaksanakan selama tahun anggaran 2020 hingga sekarang telah berdampak positif terhadap peningkatan nilai ekspor pertanian. 

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor produk pertanian selama Januari–Desember 2020 sebesar Rp451,8 triliun, meningkat 15,79 persen dibandingkan tahun 2019 senilai Rp 390,2 triliun. 

    "Sementara pada periode Januari–April 2021, ekspor pertanian mencapai Rp189,09 triliun, tumbuh 34,97 persen dibandingkan periode yang sama,” tuturnya.

    Seiring dengan meningkatnya kinerja produksi dan ekspor pangan, Mentan Syahrul menyebutkan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional pun turut meningkat, bahkan saat pandemi covid-19. 

    “Selama tahun 2020, hampir seluruh sektor ekonomi Indonesia tumbuh negatif, sebaliknya sektor pertanian mampu tumbuh positif,” ujarnya. 

    Merujuk data BPS, Mentan Syahrul menyebutkan pada Triwulan II 2020, PDB sektor pertanian tumbuh 16,24 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (q-t-q). Pada triwulan III dan IV, PDB pertanian juga tumbuh masing-masing 2,15 persen dan 2,59 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

    “Pertanian mampu menjadi penyelamat perburukan resesi ekonomi nasional,” kata Mentan Syahrul. 

    Untuk tahun 2022, Mentan Syahrul menegaskan pihaknya tetap berkomitmen fokus dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. 

    “Kami akan tetap fokus untuk menyediakan pangan utama bagi 273 juta penduduk Indonesia,” ujar Mentan Syahrul.

    Guna mewujudkan upaya tersebut, Kementan menyiapkan sejumlah program, yaitu menjaga keberlanjutan peningkatan produksi komoditas prioritas, pengembangan diversifikasi pangan lokal, penguatan rantai pasok dan logistik pangan, penguatan food estate dan korporasi petani, serta pengembangan smart farming dan digitalisasi pertanian. 

    Dalam rangka pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pertanian 2022, Kementan mendapatkan Pagu Indikatif Rp14,51 triliun. Dengan anggaran tersebut, Kementan menetapkan target produksi komoditas utama, yaitu padi sebesar 55,20 juta ton, jagung 20,1 juta ton, kedelai 0,3 juta ton, bawang merah 1,64 juta ton, cabai 2,87 juta ton, gula 2,3 juta ton, dan daging sapi 0,44 juta ton. 

    Untuk mengamankan produksi pangan, Kementan akan melaksanakan mitigasi untuk mengantisipasi musim kering. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengiventarisasi daerah rawan kekeringan dan pengawalan, serta monitoring pertanaman pada daerah potensi kekeringan. 

    Koordinasi dengan daerah pun diintensifkan untuk memitigasi dampak risiko. Mentan Syahrul juga akan meminta jajarannya melakukan diseminasi informasi prakiraan iklim, serta mengadvokasi pemanfaatan sumber-sumber air seperti embung, bendungan, waduk, serta mendorong petani untuk memanfaatkan asuransi dan bantuan sarana produksi. 

     “Kami akan melakukan percepatan tanam. Di mana ada air, kami akan melakukan akselerasi di sana,” katanya.
     
    Selaras dengan upaya penyediaan pangan, Kementan juga terus melakukan akselerasi ekspor pertanian. “Kita akan menjalankan program untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan ekspor pertanian,” ucap Mentan Syahrul. 

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id