comscore

Rachmat Gobel: Harus Ada Standardisasi Halal Secara Global

Husen Miftahudin - 27 November 2021 17:15 WIB
Rachmat Gobel: Harus Ada Standardisasi Halal Secara Global
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel - - Foto: dok DPR
Istanbul: Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menyatakan perlu ada kesamaan dalam standardisasi halal internasional. Hal Ini penting demi meningkatkan daya saing dan rasa percaya terhadap label produk halal di seluruh dunia.

Gobel mengatakan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim dan lembaga pemberi sertifikat halal di seluruh dunia harus dapat membangun kesamaan prosedur, ukuran, dan metode pengujian halal.

"Harus diakui saat ini masih ada perbedaan-perbedaan di antara negara-negara atau lembaga-lembaga pemberi sertifikat halal," ungkap Gobel saat mengikuti World Halal Expo 2021 dan World Halal Summit di Istanbul, Turki, dikutip dari siaran persnya, Sabtu, 27 November 2021.
Menurut Gobel, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia harus banyak belajar dari Turki. Negara itu mampu membangun industri halal, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan kemampuan teknologinya.

"Banyak negara Islam lainnya yang memproduksi produk halal, namun Turki merupakan negara dengan mayoritas muslim yang mampu membangun industri bukan sekadar membangun pabrik, sehingga struktur industri, terutama industri  halalnya, kuat," tutur dia.

Untuk itu, guna mengembangkan industri halal di dalam negeri, Indonesia perlu bekerja sama dengan Turki. Sebab keberhasilan Turki mengembangkan industri dan produk halal juga tidak lepas dari kemampuan negara itu membangun pariwisatanya, terutama pariwisata religi, dimana banyak peninggalan kejayaan Islam Turki Usmani.

"Kami berharap kunjungan kerja kali ini akan bermanfaat untuk mengembangkan industri dan produk halal di Indonesia dan memperkuat kerja sama produk halal dengan negara muslim lainnya di dunia," harap Gobel.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR M Amir Uskara mengatakan bahwa pemerintah perlu memberi dukungan lebih serius pada pengembangan produk halal di Indonesia, baik berupa insentif langsung maupun stimulus kepada UMKM untuk membangun produk halal.

Hal senada juga dikemukakan anggota Komisi VI DPR Charles Meikyansyah. Ia menuturkan, pengembangan produk halal harus dibangun dalam bingkai ekosistem ekonomi syariah yang jelas.

"Hal tersebut agar bisa tumbuh optimal, di samping mempersiapkan sumber daya manusia hingga teknologi dan dukungan pemerintah," tegasnya.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id