Pemerintah Diminta Lanjutkan Kebijakan Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Tembakau

    Eko Nordiansyah - 22 Juli 2021 17:35 WIB
    Pemerintah Diminta Lanjutkan Kebijakan Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Tembakau
    Ilustrasi bahaya rokok bagi kesehatan - - Foto: Medcom



    Jakarta: Penyederhanaan atau simplifikasi struktur tarif cukai hasil tembakau (CHT) dinilai bisa menjadi solusi dari pengendalian konsumsi rokok di Indonesia. Selama ini, tingginya tingkat konsumsi rokok menjadi masalah yang mengancam kesehatan masyarakat.

    Tidak tercapainya tujuan pengendalian tembakau di Indonesia bisa menjadi ancaman kegagalan mencapai Sustainable Development Goals. Pada 2030, Indonesia ditargetkan mampu mengurangi sepertiga angka kematian dini akibat penyakit tidak menular.

     



    Senior Advisor Human Rights Working Group (HRWG) Rafendi Djamin merekomendasikan agar penyederhanaan struktur tarif CHT masuk ke dalam kebijakan cukai. Saat ini penerapan cukai rokok masih beragam karena banyaknya golongan tarif cukai.


    "Kita terancam gagal dalam reformasi fiskal jika simplifikasi tarif CHT tidak dilaksanakan. Ketika gagal, implikasinya jelas terkait dengan target penurunan prevalensi perokok anak gagal tercapai," kata dia dalam webinar, Kamis, 22 Juli 2021.

    Rafendi menambahkan, kebijakan CHT yang baik merupakan kewajiban negara dalam mendukung hak asasi manusia terkait kesehatan publik bagi masyarakat. Menurut dia, pemerintah perlu memperhatikan kelompok rentan masyarakat lewat instrumen cukai.

    Ekonom Tax Center UI Vid Adrison mengatakan, sistem CHT di Indonesia adalah sistem cukai yang sangat rumit karena menggunakan hingga empat dimensi guna menentukan tarif cukainya, yaitu jenis rokok, golongan produksi, teknik produksi, serta harga.

    "Di Indonesia, sistem CHT sangat kompleks sehingga tujuan dari pengendalian konsumsi dari cukai itu tidak optimal. Selain itu, orang berusaha menghindari pajak secara legal sehingga implikasinya penerimaan negara tidak optimum," ungkapnya.

    Vid mengatakan apabila simplifikasi struktur CHT dilakukan, pengurangan konsumsi rokok akan lebih besar. Pasalnya dengan layer tarif yang lebih sedikit, harga rokok bisa menjadi lebih tinggi karena variasi produknya menjadi terbatas bagi masyarakat.

    Sementara itu, Analis Kebijakan Badan Kebijakan Fiskal Febri Pangestu menyebut, pemerintah tengah merencanakan penyederhanaan struktur tarif CHT dan akan segera dilaksanakan. Ia juga menambahkan, beberapa layer tarifnya sudah didekatkan.

    "Jadi harus segera dilaksanakan. Kemenkeu berusaha menyederhanakan, tentu saja akan tetap memperhatikan impact di industrinya seperti apa. Supaya penyederhanaan struktur tarif CHT ini tidak menimbulkan gejolak," jelas Febri.

    Program Manager di Perkumpulan Prakarsa Herni Ramdlaningrum menyatakan, ada relasi penyederhanaan struktur tarif CHT dengan keterjangkauan harga rokok di pasaran. Dengan sistem yang ada saat ini, perusahaan mengejar produksi dengan tarif lebih rendah.

    "Penyederhanaan struktur cukai tentunya akan berimplikasi pada tarif dan harga. Dari layers yang ada saat ini perusahaan-perusahaan ini mengejar pada harga terbawahnya, dengan simplifikasi harga akan terdampak dan ini akan berimplikasi langsung pada berhenti merokok," pungkas dia.


    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id