Ekspor Produk Dirgantara RI Potensial Tumbuh di Kolombia

    Ilham wibowo - 30 Juli 2020 13:43 WIB
    Ekspor Produk Dirgantara RI Potensial Tumbuh di Kolombia
    Industri Dirgantara Indonesia. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Industri penerbangan Tanah Air yang dikomandoi PT Dirgantara Indonesia (DI) (Persero) berpeluang tumbuh di Kolombia. Peningkatan ekspor potensial terjadi di produk komponen dan jasa perawatan pesawat terbang.

    Dubes RI di Kolombia Priyo Iswanto mengatakan bahwa Pemerintah Kolombia saat ini masih memiliki belasan pesawat di satuan udara militernya yang juga merupakan buatan PT DI. Pesawat tersebut dalam waktu dekat memerlukan perawatan khusus dan perlu dilakukan penggantian suku cadang.

    "Potensi produk Indonesia yang diminati dan sedang berlangsung saat ini adalah industri strategis khusus pesawat terbang buatan PTDI. Kolombia ada belasan NC 212 dan CN 235 yang memerlukan perawatan," kata Priyo dalam webinar bertajuk Potensi Bisnis Indonesia, Kamis, 30 Juli 2020.

    PT DI saat ini punya keuntungan besar lantaran menjadi satu-satunya perusahaan yang mempunyai lisensi untuk membuat pesawat angkut penumpang dan barang tersebut di luar pabrik pembuat utamanya. Proyek peremajaan seluruh varian pesawat NC 212 dan CN 235 itu pun diproyeksikan bakal meningkatkan  nilai ekspor Indonesia.

    "Dalam waktu empat tahun kedepan perlu peremajaan dan hanya PTDI yang bisa karena CASA di Spanyol sudah tidak lagi memberikan pelayanan," ungkap Priyo.

    Agar bisa leluasa ekspansi bisnis di Kolombia, lanjut Priyo, diperlukan segera adanya perwakilan unit usaha PT DI di negara tersebut. Selain program peremajaan pesawat, pelaku usaha di Kolombia juga telah menyatakan ketertarikannya membeli produk dirgantara Indonesia untuk sarana komersial.

    "Kami tengah menjalin mitra agar menjadi perwakilan karena ada perusahaan swasta yang tertarik. Karana yang diminati belum bisa on sale dan harus pesan satu tahun jadi mereka pindah, tapi minat ke produk PTDI cukup tinggi," tuturnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Priyo menambahkan bahwa neraca dagang Indonesia masih surplus terhadap Kolombia. Kondisi ini bisa terus berlanjut dengan potensi pertumbuhan ekspor RI ke Kolombia di produk unggulan lain seperti farmasi dan pertanian.

    "Sektor pertanian berpotensi meningkat untuk menambah ketahanan pangan mereka, ubi kita bisa masuk ke Kolombia karena lebih bagus," ujarnya.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id