Harga Komoditas Naik Bikin Pedagang Takut Berjualan

    Ilham wibowo - 18 Maret 2020 12:42 WIB
    Harga Komoditas Naik Bikin Pedagang Takut Berjualan
    Ilustrasi. Foto: MI/Djoko Sarjono
    Jakarta: Sejumlah komoditas pangan dan bumbu masih mengalami kenaikan harga di pasar tradisional. Situasi ini dinilai lantaran stok barang yang kurang mencukupi dari tingginya permintaan di tengah kekhawatiran masyarakat terkait virus korona (covid-19).

    "Bawang bombai harganya masih cukup tinggi dan pedagang jarang yang berjualan, di Jakarta rata-rata sekitar Rp200 ribu per kilogram," kata Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri kepada Medcom.id, Rabu, 18 Maret 2020.

    Stok bombai yang kian menipis di pasar menyebabkan terjadinya lonjakan harga hingga berkali-kali lipat. Harga normal bawang bombai  biasanya dibanderol Rp20 ribu-Rp30 ribu per kg.

    Kondisi serupa juga masih terjadi untuk komoditas lain seperti gula pasir yang berada di level Rp16.500 per kg, kemudian bawang putih Rp46 ribu per kg, dan cabai rawit merah Rp50 ribu-Rp60 ribu per kg. Secara nasional, kenaikan harga kelompok barang tersebut relatif mengalami kenaikan.

    "Beberapa komoditas lain seperti minyak goreng juga sedikit mengalami kenaikan walaupun masih relatif aman. Kondisi kenaikan ini memang ritmenya secara nasional tetapi yang cukup tinggi di wilayah kota besar saja," paparnya.

    Kebijakan pemerintah untuk menstabilkan pasokan sangat dinantikan pedagang pasar tradisional agar harga bisa kembali stabil. Para pedagang cenderung tak berani menjual barang tersebut bila harga terus mengalami kenaikan.

    "Beberapa komoditas yang cukup diminati selain bawang bombai adalah jahe karena memang kondisinya tidak ada, dan ini hampir banyak diburu oleh masyarakat," ujarnya.

    Terkait virus korona, kata Mansuri, pihaknya juga menantikan langkah pemerintah agar memberikan upaya pencegahan dengan tetap memaksimalkan potensi pemanfaatan pasar tradisional. Imbauan agar masyarakat tak panik berbelanja pun mesti diimbangi dengan jaminan operasional dan aspek kesehatan yang aman saat bertransaksi di pasar.

    "Pasar tradisional itu pintu terakhir ruang publik, kami terus imbau kepada masyarakat dan pedagang untuk jaga kondisi sebaik mungkin dan kami mendorong agar pemerintah melakukan upaya protokol kesehatan di pasar tradisional," ungkapnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id