Covid-19 Belum Berpengaruh ke Bisnis BUMN

    Antara - 19 Maret 2020 20:48 WIB
    Covid-19 Belum Berpengaruh ke Bisnis BUMN
    Ilustrasi Gedung Kementerian BUMN. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan penyebaran virus korona baru atau covid-19 di dalam negeri belum memengaruhi aktivitas bisnis BUMN.

    "Berjalan masih, delay belum ada," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga melalui konferensi video di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 19 Maret 2020.

    Pihaknya akan terus memantau perkembangan bisnis BUMN agar tidak terkendala di tengah pandemi covid-19.

    Saat ini, lanjut dia, terdapat beberapa proyek yang sedang dalam peninjauan ulang, salah satunya proyek kereta cepat.

    "Kereta api cepat masih tunggu keputusan dari Kementerian PUPR," ucap Arya.

    Terkait pelemahan rupiah terhadap dolar AS, pihaknya juga menilai hal itu belum memberikan pengaruh terhadap BUMN.

    "Ini kan berdampak terhadap semua, tidak hanya Indonesia, semua negara mengalami penurunan (mata uang), jadi ya kita lihat situasi saja dulu, dari BUMN kan lihat situasi saja dulu," katanya.

    Arya juga mengatakan tidak ada utang jatuh tempo BUMN untuk waktu dekat.

    "Siap-siap sih bisa saja. Sekarang ini masih naik turun, kalau negosiasi juga susah. Dinegosiasi sekian, lalu tiga bulan berubah lagi, ya rugi kita. Masih lihat situasi lah kita. Jangan panik dan tetap tenang," katanya.

    Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis sore terkulai mendekati level Rp16 ribu per USD. Rupiah ditutup melemah 690 poin atau 4,53 persen menjadi Rp15.913 per USD dari sebelumnya Rp15.223 per USD.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penyebaran wabah covid-19 yang semakin mengkhawatirkan dan menyebabkan kepanikan pasar membuat Bank Indonesia (BI) hari ini memutuskan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen.

    "Apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia sudah mengikuti anjuran bank sentral global, namun BI tidak bisa menjaga stabilitas mata uang rupiah akibat pasar yang panik karena dinamika dinamika penyebaran virus korona sangat cepat," ujar Ibrahim.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id