Tingkatkan Stok Pangan, Petani Cilacap Lakukan Percepatan Tanam

    Gervin Nathaniel Purba - 22 Mei 2020 22:55 WIB
    Tingkatkan Stok Pangan, Petani Cilacap Lakukan Percepatan Tanam
    Ilustrasi. (Foto: Dok. Kementan)
    Cilacap: Petani di wilayah Cilacap Timur, Kabupaten Cilacap terus didorong untuk melakukan percepatan tanam dengan memanfaatkan hujan yang masih turun. Sebab, tidak lama lagi akan ada perbaikan irigasi di wilayah tersebut, sehingga pasokan air terhenti.

    Kepala Seksi Perbenihan dan Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Arif Fatoni menuturkan, pihaknya sudah menyosialisasikan percepatan tanam padi kepada petani sejak awal Februari. 

    Sekarang petani sudah melakukan proses pengolahan lahan musim tanam kedua (MT II) yang diawali pada akhir Maret lalu, seluas 395 hektare (ha) setelah panen MT I. 

    “Untuk percepatan tanam padi kita sudah sosialisasikan sejak Februari lalu. Petani diimbau untuk segera olah tanah dan semai setelah tanam. Percepatan tanam 395 ha dan luas tanam keseluruhan seluas 1,952 ha. Dengan menanam lebih cepat, diharapkan tanaman padi akan mendapat kecukupan air terhindar dari kekeringan dan dapat panen dengan hasil yang optimal," ujar Arif, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2020.

    Percepatan tanam dilakukan dengan melakukan pemilihan benih padi umur pendek, varietas inpari 33, dan inpari 34 dengan umur tanaman 102 HST. Sedangkan untuk daerah yang rawan kekeringan dianjurkan memakai benih situ bagendit dan inpago yang tahan kekeringan. 

    Sejak Maret hingga April, luas tanam di Kabupaten Cilacap sudah mencapai 16,853 ha. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan masa panen MT I yang akan segera berakhir.

    Menurut Arif, himbauan percepatan tanam yang disampaikan ke petani merupakan tindak lanjut dari gerakan percepatan tanam yang dicanangkan Kementan. Selain itu juga, berkaitan dengan akan diperbaikinya irigasi di wilayah timur kabupaten Cilacap dan ditutupnya irigasi pada Juli mendatang. 
     
    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak petani untuk melakukan percepatan tanam agar tidak ada lahan yang menganggur untuk menghindari krisis pangan yang diprediksi mengancam setelah covid-19. Syahrul juga mengimbau seluruh insan pertanian untuk tetap bekerja selama pandemi covid-19. 

    Ajakan yang sama diserukan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Dedi mengungkapkan dalam gerakan ketahanan pangan nasional, hal yang harus dilakukan adalah percepatan tanam dilahan eksisting. 

    Indonesia memiliki lahan sawah 7,4 juta ha, lahan kering 35 juta ha, dan lahan rawa eksisting satu juta ha. Lahan-lahan tersebut harus dioptimalkan untuk dapat meningkatkan produksi. 

    Dia juga mengingatkan ketersediaan benih, pupuk, dan pestisida harus terjamin tersedia di lapangan. "Serta penggunaan alat mesin pertanian (alsintan),” kata Dedi.

    Untuk rencana perbaikan jaringan irigasi akan dilakukan dengan cara menutup saluran air pada bulan Juli mendatang. Antisipasi lain yang dilakukan oleh petani Cilacap adalah pemanfaatan pompa air, sumur pertanian, dan sumber air lainnya. 

    Tak lupa, petani pun harus mengantisipasi potensi hama padi yang rentan menyerang seperti WBC, penggerek batang, dan hama tikus. Bila ini semua dapat diantisipasi, hasil panen pun dapat optimal dapat dipastikan Indonesia tidak akan mengalami krisis pangan.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id