Inovasi SKK Migas Kejar Proyek Abadi Masela di Tengah Pandemi

    Suci Sedya Utami - 14 September 2020 18:08 WIB
    Inovasi SKK Migas Kejar Proyek Abadi Masela di Tengah Pandemi
    SKK Migas mengupayakan agar proyek hulu migas dapat tetap berlangsung di tengah tekanan pandemi covid-19. Foto: Kementerian ESDM
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) mengupayakan berbagai langkah agar proyek hulu migas dapat tetap berlangsung dan diselesaikan di tengah tekanan pandemi covid-19.

    SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Inpex melakukan inovasi dalam melanjutkan kegiatan service visit untuk metocean survei di lapangan Abadi Masela dengan kapal tanpa sandar di pelabuhan Maluku. Survei ini dilakukan dengan kapal NV NMS Brilliance dan diberangkatkan 13 September 2020 dan sesuai jadwal akan selesai pada 9-10 Oktober 2020.

    "Melalui inovasi ini, maka survei dapat dipercepat selama 28 karena tanpa melalui karantina di pelabuhan Maluku selama 14 dan karantina saat kembali ke Jakarta selama 14," kata Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno dalam keterangan resmi, Senin, 14 September 202

    Julius mengatakan pelaksanaan survei ini dilakukan selain mempercepat waktu, juga untuk memberikan penghematan biaya. Sebab waktu sewa kapal survei dapat diperpendek sehingga biaya sewa kapal beserta kru yang menjalankan dapat menjadi lebih murah dibandingkan jika dilakukan dengan cara sebelumnya.

    "Ini akan memberikan penghematan biaya dan memberikan dampak yang optimal bagi upaya meningkatkan penerimaan negara," tutur dia.

    Langkah ini bukannya tanpa tantangan, mengingat metode ini baru dilakukan dalam rangka mencari terobosan di tengah pandemi covid-19, sekaligus mendukung program pemerintah untuk memutus rantai penyebaran covid-19. Untuk melaksanakan metode baru tersebut, harus didukung oleh kesiapan awak dan kelayakan kapal agar tetap memenuhi persyaratan dan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.

    "Untuk melaksanakan survei ini dengan tanpa melalui sandar di pelabuhan Maluku, selain menyusun dan menerapkan prosedur yang mendukung langkah tersebut. SKK Migas juga telah menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendiskusikan dan mendapatkan persetujuan," tutur Julius.

    Julius mengatakan sebelumnya, SKK Migas dan Inpex telah melakukan virtual inspection selama dua hari terhadap kesiapan Kapal NV NMS Brilliance beserta awak kapalnya. Setelah dipastikan semuanya siap, maka hari ini kapal diberangkatkan.

    Selain itu, SKK Migas dan Inpex juga terus melakukan koordinasi agar proyek Abadi Masela dapat selesai sesuai waktu yang telah ditetapkan. Berbagai aktivitas seperti penetapan lokasi, penyelesaian AMDAL, penyiapan tenaga kerja lokal yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Maluku terus dilakukan, agar daerah betul-betul merasakan dampak positif proyek Abadi Masela.

    Proyek Abadi Masela memberikan kontribusi yang besar bagi upaya meningkatkan produksi migas nasional secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Manfaat berganda proyek Abadi Masela sangat besar yang akan dirasakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, industri dalam negeri dan masyarakat lokal.

    Investasi proyek Abadi Masela saat pembangunan sebesar USD19,8 miliar. Proyek ini memiliki kapasitas produksi gas sebesar 1.750 juta standar kaki kubik (mmscfd) dengan rincian 9,5 MTA dan 150 mmscfd gas pipa. Proyek Abadi Masela ditargetkan dapat berproduksi pada 2027.
     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id