Kalbe Terus Kembangkan Riset untuk Obat Covid-19

    Fajar Nugraha - 16 Juni 2020 15:42 WIB
    Kalbe Terus Kembangkan Riset untuk Obat Covid-19
    Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius. Foto: Medcom.id.
    Jakarta: Indonesia tidak terhindarkan dari pandemi virus korona (covid-19). Tetapi kalangan pengusaha masih tetap berupaya untuk bertahan dengan mengembangkan riset untuk menemukan obat.

    Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius menjelaskan pihaknya mengupayakan inovasi dan riset untuk mengatasi covid-19. Selain juga mempertahankan bisnis di tengah pandemi ini, termasuk operasional perusahaan dengan protokol kesehatan yang harus dipenuhi.

    "Pandemi covid-19 ini memberikan tantangan yang tidak pernah ada sebelumnya dan semua orang di seluruh dunia berupaya mencari solusi. Langkah pertama kami meminta karyawan untuk mempelajari protokol kesehatan dan menerapkannya dengan baik," ujar Vidjongtius dalam diskusi 'Adapting to the New Normal with a Bold Look Forward' yang diadakan Indonesia Global Compact Network (IGCN), secara virtual, Selasa, 16 Juni 2020.

    Dia menuturkan sebagai sebuah perusahaan farmasi, pihaknya perlu memastikan keberlanjutan operasional perusahaan. Serta agar bisa memenuhi kebutuhan para pasien dan konsumen.

    Langkah kedua adalah mengamankan supply chain dari materi-materi impor. Di saat yang sama, pasar dunia juga mengalami kekurangan yang sama akibat lockdown.

    "Beruntung kami memiliki banyak vendor tetap sejak tiga tahun lalu, sehingga bisa mengantisipasi situasi seperti saat ini," imbuh Vidjongtius, dalam diskusi yang berlangsung pada pertemuan UN Global Compact 20th Anniversary Summit itu.

    Kalbe Farma juga mengembangkan platform digital yang memungkinkan pasien atau konsumen berinteraksi secara online. Hal itu sangat membantu dan akan bisa menjadi andalan di masa kenormalan baru.

    Selain itu inovasi juga menjadi strategi jangka panjang yang dilakukan Kalbe. Hal itu termasuk melakukan riset dan uji klinis yang dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi serta pihak asing, seperti di Korea Selatan.

    "Saya rasa saat ini penting untuk kita bekerja sama, terutama mengenai riset atau uji klinis. Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah berkolaborasi, baik dari pemerintah, profesional, akademi dan juga para mitra di luar negeri," tuturnya.

    Menurut dia dengan adanya kolaborasi antara Kementerian Riset dan Teknologi serta Kementerian Kesehatan, maka bisa berjalan dengan sangat cepat. "Ada jalan-jalan pintas tanpa mengesampingkan kualitas produk," imbuh Vidjongtius.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id